REVIEW BUKU JALANI NIKMATI SYUKURI

08.26 0

Review Buku

Jalani Nikmati Syukuri

Penulis: Dwi Suwiknyo
Editor: Layla

Cetakan pertama 2018
Penerbit: Noktah (Diva Press Group)

259 halaman
ISBN 9786025075452

*

Apa artinya pekerjaan bergengsi, tapi bikin kita mudah stres?
Apa artinya status sosial yang tinggi kalau membuat jiwa kita kering?
Apa artinya kesuksesan kalau akhirnya membuat kita sakit-sakitan?

Bisa jadi karena terlalu berorientasi pada goal (target), maka kita pun sering melupakan cara menikmati prosesnya. Kita lupa untuk bahagia. Sebab kita kurang menikmati apa yang kita kerjakan, memaksakan diri dan terlalu menguras energi. Apakah kondisi seperti itu terjadi setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun, atau bahkan seumur hidup?

Atau, apakah kita telah terjebak dalam pusaran arus modern yang selalu menuntut untuk tampil sempurna? Kita memang tidak bisa memilih bagaimana memulia hidup ini, tetapi kita masih diberi kesempatan untuk memilih bagaimana cara kita menikmati hidup, dan bagaimana cara kita menyikapi hasilnya.

Lantas, apa yang sebenarnya harus kita lakukan?

**

Kita memang tidak bisa memilih bagaimana cara kita memulai hidup ini, tetapi kita masih diberi kesempatan untuk memikirkan bagaimana cara kita menikmati hidup ini, dan bagaimana cara kita menyikapi hasilnya. (halaman 11)

Without the sad times, the happy times would not be so enjoyable.
Tanpa masa-masa sulit, saat-saat bahagia tidak akan begitu menyenangkan. (halaman 17)

O Allah, help me to remember you, to thank you, and to worship you in the best of manners. (halaman 52)

Begitulah indahnya amal yang tersembunyi. Sungguh indah pada hasil kerjanya, selalu saja mengejutkan, meski tidak ada seorang pun yang melihat ikhtiarnya! (halaman 67)

Segalanya akan tampak lebih indah bila kasih sayang yang kita utamakan. (halaman 118)

Macam-macam kesalahan:
1. Salah jadi susah.
2. Salah jadi musibah.
3. Salah jadi berkah.
Lantas, mana yang kita pilih? (halaman 129)

Apakah kamu mudah stress?
Life is too short to stress yourself with peoplo who don't even deserve to be an issue in your life. (halaman 165)

Sikap yang menyedihkan sama dengan hasil yang menyedihkan. Sikap yang baik sama dengan hasil yang baik, dan sikap yang luar biasa sama dengan hasil yang luar biasa. (Dr. Robert Schuler) (halaman 174)

Aku sama sekali tidak khawatir dengan penilaian negatif orang lain terhadapku. Aku justru khawatir dinilai baik saja, padahal sebenarnya banyak aibku yang tak ditampakkan oleh-Nya. (halaman 228)

Beruntunglah orang-orang yang diuji kemudian mereka ikhlas menjalaninya, sesungguhnya mereka akan mendapatkan apa yang tidak didapatkan orang lain. (halaman 243)

***

Buku ini ditulis oleh Dwi Suwiknyo (Penulis buku best seller Ubah Lelah Jadi Lillah)

Penulis yang sepertinya mengkhususkan diri menjadi penulis buku religi ini, sudah sangat banyak menghasilkan karya luar biasa.

Buku ini berisi begitu banyak nasehat bagi pembacanya. Nasehat yang akan berguna untuk kehidupan dunia akhirat. Sungguh. Membaca lembar demi lembar buku, seakan saya diingatkan kembali untuk selalu menikmati, mensyukuri, dan mengikhlaskan apapun yang terjadi dalam hidup ini. Karena sejatinya masih ada kehidupan yang lebih abadi.

Buku Jalani Nikmati Syukuri ini memiliki cover yang unik. Cover berwarna merah dengan design unik berupa space khusu untuk menempelkan foto senyum pemilik buku.

Mungkin, ini adalah salah satu caranya membuat pembacanya bahagia.

Be happy.
Happy Class.
Happy Family.

(Seperti tulisan saya sebelum ini)

Jangan lupa bahagia
Learn to enjoy every minute of our life.
Be happy now!

****

"Ya Allah, jadikanlah awal hari kami sebagai sebuah kebaikan, pertengahan hari kami sebagai kemenangan, dan akhir hari kami sebagai kesuksesan."

"Ya, Allah. Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan hari ini dan kebaikan yang ada di dalamnya. Dan kami berlindung dengan-Mu dari keburukan hari ini dan keburukan di dalamnya."

"Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui."

"Ya Allah, kabulkan do'a kami."

Aamiin.

Al Fatihah.

*****

komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day29

#598kata
#CleverStory
Rumah Clever, Cilacap, 30 September 2018: 08.22.
Ibu Jesi.

******

CHSGK6V2 : HAPPY CLASS HAPPY FAMILY

08.59 0

Happy Class Happy Family


CATATAN HARIAN SEORANG GURU KELAS 6 VOLUME 2
#CHSGK6V2
#cleverteacherforcleverstudents
#HappyClassHappyFamily


Happy dalam bahasa Indonesia artinya bahagia, senang, selamat, gembira, girang, untung, suka hati, dan suka cita.

Happy Class adalah definisi yang saya pakai sendiri untuk kegembiraan, kegirangan, keuntungan karena semua warga kelasnya selalu bersuka hati dan bersuka cita.

Happy Family juga definisi yang saya pakai sendiri untuk menggambarkan keluarga yang penuh dengan kebahagiaan, keselamatan, kegembiraan, kegirangan, keuntungan karena semua anggota keluargaya selalu bersuka hati dan bersuka cita.

*

Adalah sebuah tantangan yang luar biasa jika bisa menciptakan suasana kelas yang happy. Suasana kelas yang penuh kebahagiaan. Bahagia karena setiap masuk kelas anak murid terlihat cerah ceria, bersemangat luar biasa. Bahagia karena anak murid bisa menyerap apa yang dipelajari setiap harinya. Percayalah, jika saya bersemangat mereka semua juga akan bersemangat.

Percayalah, jika dari rumah anak sudah bersemangat, di sekolah pun dia tak kalah bersemangat. Semangat dari rumah bisa dimulai sejak anak bangun pagi, kemudian melakukan aktivitas persiapan pergi ke sekolah. Sudah seharusnya anak sarapan dulu dari rumah, bukan sekedar diberi uang jajan lalu mereka membeli makanan untuk sarapan. Makanan yang dibuat dan dibawa dari rumah, saya yakin jauh lebih sehat.

Saya sering mengingatkan anak murid kelas 6 untuk sarapan pagi, kenapa? Karena materi pelajaran di kelas ini jauh membutuhkan konsentrasi dan tenaga yang lebih. Percayalah, saya juga selalu sarapan pagi sejak saya masih SD dulu, bahkan hingga saat ini. Ibu saya selalu mewajibkan saya sarapan pagi, sebab beliau sudah menyiapkan masakan khusunya untuk semua anggota keluarga. Tugas masak ini tentunya bergantian dengan saya, tergantung B (Bebi Jesi) bisa disambi atau tidak.

Percayalah, sarapan pagi, perut kenyang itu membuat anak sehat dan bahagia. Bayangkan jika dia lapar dan harus menyerap pelajaran. Bisa jadi yang dia pikirkan hanya jajan kemudian dan konsentrasi buyar tidak karuan.

**

Bersyukur, Allah menggariskan saya lahir dari rahim seorang ibu yang luar biasa.  Ibu yang sangat mengerti tentang pekerjaan anaknya. Beliau sangat memahami, bahkan lebih dari saya memahami diri saya sendiri. Mungkin ini sudah sewajarnya dilakukan oleh seorang ibu di dunia ini, tapi bagiku ibuku adalah pahlawanku. She is my hero.

Meskipun beliau sekarang sudah menua tapi beliau bersedia mengasuh anak saya sendirian. Demikian dahsyat kekuatan seorang cucu pertama bagi dirinya, sampai-sampai beliau tidak ingin cucu kesayangannya diasuh oleh orang lain. Beliau ingin yang terbaik bagi anak dan cucunya.

Sebagai anak, saya tidak bisa membalas apapun. Hanya menanggung sebagian kecil keperluan rumah tangga sesuai kemampuan saja, tidak lebih. Ini cara saya untuk membuat beliau bahagia. Rasanya sudah cukup repot antara mengasuh BJ dan merawat Kakak Fatih. (Epidose Kakak Fatih akan saya buatkan edisi khusus baginya).

Saya tidak akan pernah tega membiarkan beliau juga berpikir tentang logistik rumah tangga. Saya membantu pekerjaan rumah jika hanya sela, selebihnya nyambi saja. Pernah saya beri ide untuk mencari rewang saja, tapi beliau tidak bersedia. Ya sudahlah, selama beliau bahagia saya menurut saja. Yang penting beliau sehat dan bahagia. Itu sudah cukup bagi saya. Tentang pekerjaan rumah dan sebagainya, inilah kewajiban semuanya termasuk Ayahku dan suamiku. Mereka berdua bukan orang yang bisa berpangku tangan jika rumah dilihat rumah sudah mulai berantakan.

***

Bersyukur, Allah memberikan pendamping hidup yang luar biasa. Suami yang senantiasa pengertian dalam berbagai keadaan, berkenan berbagi tugas tentang apapun meski beliau juga punya tugas dinas sendiri. Tugas yang sudah sekitar 4 tahunan ini dijalani.

Beliau terbiasa bangun pagi sejak pukul 03.30 pagi, demi segala persiapan bekal sarapan pagi. Beliau juga harus menempuh perjalanan 41 km dari rumah dengan perjalanan mengendarai sepeda motor setiap hari. Oleh sebab itu sebelum pukul 05.00 pagi beliau sudah harus menembus dinginnya udara pagi, belum lagi jika udara sangat dingin atau hujan yang sebentar lagi akan menghampiri.

Sebelum ada BJ (Bebi Jesi) saya biasa membersamai. Tapi ketika BJ lahir, beliau tidak pernah mengeluh jika saya tidak bisa mendampingi karena saya fokus menjaganya sepanjang malam. Sebisa mungkin saya tidak mengeluh juga jika saya harus menjaga BJ sendirian jika malam.

Tapi sepertinya tidak demikian. Beliau selalu care dan protective pada putri kecilnya, BJ. Beliau akan rela jika harus kehilangan jam istrahat malam demi membuat BJ happy. Untungnya ini tidak terjadi sepanjang malam. BJ termasuk anak yang baik dan bisa dikendalikan. Ini mungkin terjadi karena semua yang mengelilinginya adalah orang yang merawatnya dengan sepenuh hati. Suami saya adalah sumber energi saya dalam menghadapi hidup, tidak hanya saat di sekolah tapi juga ketika di rumah. Jose is my hero. Dengannya saya selalu merasa bahagia.

Semua yang suami dan ibu saya lakukan semua karena cinta. Cinta beliau berdua yang dilandasi cinta kepada-Nya. Saya juga ingin seperti mereka berdua. Mendampingi anak murid dengan segenap cinta. Cinta yang akan menumbuhkan bahagia.

Karena keluarga yang bahagia akan membuat anak bahagia. Karena anak yang bahagia, dia akan bahagia juga di sekolah. Anak yang bahagia di sekolah tentu saja akan membuat gurunya bahagia.

Be Happy Always.
Always Be Happy.

Always BJ

****
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day28
#814kata
#CleverClass

Clever Class, Cilacap, 29 September 2018: 08.38.
Ibu Jesi.

*****

CHSGK6V2 : KHATAM BERSAMA

00.30 0

Khatam Bersama

CATATAN HARIAN SEORANG GURU KELAS 6 VOLUME 2
#CHSGK6V2
#cleverteacherforcleverstudents
#KhatamBersama

Al Quran Surat Al ‘Alaq ayat 1 yang artinya
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan.”

Ayat ini memerintahkan membaca dengan nama Tuhan yang menciptakan. Artinya manusia diperintahkan membaca Al Quran dan memahami isinya. Perintah membaca menjadi landasan utama dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.

*

Khatam berarti tamat. Kata ini pinjaman dari bahasa Arab. Khatam biasanya mengacu pada sudah habis mengaji Al Quran oleh seseorang anak-anak. Anak-anak seharusnya khatam Al Quran sebelum berumur 13 tahun, tetapi bukanlah wajib. Mereka belajar dari guru agama desa yang dahulunya disebut mu`allim.

Majelis Khatam Al Quran juga kadang-kadang diadakan dalam hubungannya dengan suatu perayaan, misalnya ulang tahun pemerintahan seorang Sultan atau menyambut Ramadan. Dalam acara ini, biasanya banyak orang (dewasa) akan bergiliran membaca Al Quran sampai selesai. (https://id.wikipedia.org/wiki/Khatam)

Referensi di atas adalah salah satu alasan kuat saya menekadkan diri untuk membersamai anak bertadarus setiap hari Jumat pagi. Sebelum tadarus dilaksanakan, saya dan anak murid melakukan salat Duha terlebih dahulu. Mengapa setiap Jumat? karena jadwal pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memang di hari Jumat, ini sengaja saya rencanakan. Sengaja saya meletakkan PAI di hari Jumat, sebab saya ingin meraih berlimpah barokah bersama anak murid saya.

Alasan yang lain mengapa saya membulatkan niat untuk bertadarus bersama anak murid setiap hari Jumat adalah karena merasa kuantitas amalan ini sedikit. Saya kok, kurang bisa konsisten pengamalan hariannya ya? Bismillah, minimal seminggu sekali dari pada tidak sama sekali. Saya jadikan kesempatan tadarus bersama setiap hari Jumat sebagai agenda wajib yang tidak boleh dilewatkan kecuali ada agenda yang harus diutamakan.

Ini artinya meskipun saya sedang berhalangan karena saya perempuan, saya tetap mendampingi mereka. Bukankah pahala mendengarkan orang membaca Al Quran bisa disetarakan dengan orang yang membaca itu sendiri? Wallahua’lam Bissawab.

Ini juga berarti ketika anak murid ada halangan untuk minggu ini, saya mengagendakan untuk menambahkan jatah bacaan ke hari Jumat depan. Target saya adalah sebelum mereka ujian, mereka sudah khatam. Karena saat mereka khatam, akan ada syukuran bersama semua warga sekolah seperti yang sudah pernah terlaksana setahun ke belakang.

Khatam bersama mereka adalah cara saya dan anak murid mendekatkan diri kepada Tuhan (Allah Subahanahu Wata’ala).

**

Tugas utama saya adalah mengampu kelas 6. Rata-rata dari anak murid sudah berumur lebih dari sepuluh tahun, sudah memasuki usia baligh. Umur yang seharusnya sudah bisa melaksanakan ibadah salat lima waktu. Umur yang semestinya sudah lancar membaca Al Quran. Dari 17 anak murid di sekolahan, ada 9 anak yang sudah lancar dan 2 anak yang masih perlu bimbingan, sedangkan sisanya masih belum bisa membaca dengan lancar atau bahkan sama sekali belum mengenal.

Pertama kali mendapati fakta itu, hati rasanya trenyuh? Apakah yang kemudian bisa saya lakukan demi kebaikan mereka? Saya menyuruh yang belum bisa untuk belajar kemudian. TPQ ada, jangan malas mengaji ke sana. Itu kata-kata saya, dulu. Semoga saja mereka benar-benar memperhatikan.

Untuk yang belum melaksanakan salat waktu sepenuhnya, atau belum mengenal salat sama sekali. Mengajak mereka mengamalkan salat Duha adalah cara pertama saya mengenalkan mereka pada ibadah salat yang sesungguhnya. Semua salat, syarat syahnya sama. Yang menjadikan berbeda adalah niatnya, jumlah raka’atnya, rukun salatnya dan waktunya. Dengan mengamalkan salat Duha minimal mereka akan paham dan akan hafal bacaan dan niat salat nantinya. Sebagai tindak lanjutnya, saya mewajibkan mereka mempunyai buku tuntunan salat, yang bisa mereka dapatkan di toko terdekat jika mereka belum punya.

***

Khatam bersama anak murid bisa terlaksana jika 30 juz dalam Al Quran sudah dibaca. Setiap hari Jumat, saya membagi masing-masing anak yang bisa membaca dengan jatah minimal 10 ayat untuk dibaca. Saya mencatat semuanya, untuk memudahkan mengecek minggu depan akan membaca yang mana. Karena jika tidak dicatat, lebih sering saya lupa. Catatan ini akan terus bertambah seiring bertambahnya hari dan bacaan yang terlewati.

Inilah catatan tadarus Al Quran bersama anak murid tercinta:

1.      Jumat, 20 Juli 2018
·        Mulai: QS. Al Fatihah
·        Bersama: QS. Al Baqarah 1-20
·        Sendiri:
Ø  Basith: QS. Al Baqarah 21-30
Ø  Kiki: QS. Al Baqarah 31-40
Ø  Azka: QS. Al Baqarah 41-50
Ø  Bunga: QS. Al Baqarah 51-60
Ø  Sela: QS. Al Baqarah 61-70
Ø  Eca: QS. Al Baqarah 71-80
Ø  Ana: QS. Al Baqarah 81-90
Ø  Angel: QS. Al Baqarah 91-100
Ø  Serli: QS. Al Baqarah 101-110
Ø  Bu Betty: QS. Al Baqarah 111-141
·        Besok: Juz 2
·        Yang lain hafalan Juz ‘Amma

2.      Jumat, 27 Juli 2018
·        Mulai: QS. Al Fatihah
·        Bersama: QS. Al Baqarah 142-152
·        Nyimak: QS. Al Baqarah 153-163
·        Sendiri:
Ø  Basith: QS. Al Baqarah 164-174
Ø  Kiki: QS. Al Baqarah 175-185
Ø  Azka: QS. Al Baqarah 186-196
Ø  Bunga: QS. Al Baqarah 197-207
Ø  Sela: -
Ø  Eca: QS. Al Baqarah 208-218
Ø  Ana: QS. Al Baqarah 219-229
Ø  Angel: QS. Al Baqarah 230-240
Ø  Serli: QS. Al Baqarah 241-251
Ø  Huda: QS. Al Baqarah 252-262
Ø  David: QS. Al Baqarah 263-273
Ø  Bu Betty: QS. Al Baqarah 274-286
·        Besok: QS. Ali ‘Imron
·        Yang lain hafalan Juz ‘Amma

3.      Jumat, 3 Agustus 2018
·        Mulai: QS. Al Fatihah
·        Bersama: QS. Ali ‘Imron 1-20
·        Sendiri:
Ø  Basith: QS. Ali ‘Imron 21-30
Ø  Kiki: QS. Ali ‘Imron 31-40
Ø  Azka: QS. Ali ‘Imron 41-50
Ø  Bunga: QS. Ali ‘Imron 51-60
Ø  Sela: QS. Ali ‘Imron 61-70
Ø  Eca: QS. Ali ‘Imron 71-80
Ø  Ana: QS. Ali ‘Imron 81-90
Ø  Angel: QS. Ali ‘Imron 91-100
Ø  Serli: QS. Ali ‘Imron 101-110
Ø  Huda: QS. Ali ‘Imron 111-120
Ø  David: QS. Ali ‘Imron 121-130
Ø  Bu Betty:-
·        Besok: QS. Ali ‘Imron 131
·        Yang lain hafalan Juz ‘Amma

4.      Jumat, 10 Agutus 2018
·        Mulai: QS. Al Fatihah
·        Bersama: QS. Ali ‘Imron 131-140
·        Sendiri:
Ø  Basith: QS. Ali ‘Imron 141-150
Ø  Kiki: QS. Ali ‘Imron 151-160
Ø  Azka: QS. Ali ‘Imron 161-170
Ø  Bunga: QS. Ali ‘Imron 171-180
Ø  Sela: QS. Ali ‘Imron 181-190
Ø  Eca: QS. Ali ‘Imron 191-200
Ø  Wardana (Kelas 4): QS. Annisa 1-10
Ø  Shelva (Kelas 4): QS. Annisa 11-20
Ø  Luczhen (Kelas 4): QS. Annisa 21-30
Ø  Nandesta (Kelas 4): QS. Annisa 31-40
Ø  Ana: QS. Annisa 41-50
Ø  Angel: QS. Annisa 51-60
Ø  Serli: QS. Annisa 61-70
Ø  Huda: QS. Annisa 71-80
Ø  David: QS. Annisa 81-90
Ø  Bu Betty: Menyelesaikan QS. Annisa
·        Besok: QS. Al Maidah 1
·        Yang lain hafalan Juz ‘Amma

5.      Jumat, 17 Agutus 2018 (Libur: HUT RI)

6.      Jumat, 24 Agutus 2018
·        Mulai: QS. Al Fatihah
·        Bersama: QS. Al Maidah 1-20
·        Nyimak: QS. Al Maidah 21-40
·        Sendiri: QS. Al Maidah 41-60
Ø  Basith: QS. Al Maidah 61-80
Ø  Kiki: -
Ø  Azka: QS. Al Maidah 81-100
Ø  Bunga: QS. Al Maidah 101-120
Ø  Sela: QS. Al An’am 1-20
Ø  Eca: QS. Al An’am 21-40
Ø  Ana: QS. Al An’am 41-60
Ø  Angel: QS. Al An’am 61-80
Ø  Serli: QS. Al An’am 81-100
Ø  Huda: QS. Al An’am 101-120
Ø  David: QS. Al An’am 121-140
Ø  Bu Betty: QS. Al An’am 141-165
·        Besok: QS. Al A’raf
·        Yang lain hafalan Juz ‘Amma

7.      Jumat, 31 Agustus 2018
·        Mulai: QS. Al Fatihah
·        Bersama: QS. Al A’raf 1-20
·        Nyimak: QS. Al A’raf 21-40
·        Sendiri:
Ø  Basith: QS. Al A’raf 41-60
Ø  Kiki: QS. Al A’raf 61-80
Ø  Azka: QS. Al A’raf 81-100
Ø  Bunga: QS. Al A’raf 101-120
Ø  Sela: QS. Al A’raf 121-140
Ø  Eca: QS. Al A’raf 141-160
Ø  Ana: QS. Al A’raf 160-180
Ø  Angel: QS. Al A’raf 181-206
Ø  Serli: QS. Al Anfal 1-20
Ø  Huda: QS. Al Anfal 21-40
Ø  David: QS. Al Anfal 41-60
Ø  Bu Betty:-
·        Besok: QS. Al Anfal 61
·        Yang lain hafalan Juz ‘Amma

8.      Jumat, 7 September 2018
·        Mulai: QS. Al Fatihah
·        Bersama: QS. Al Anfal 61-75
·        Nyimak: QS. At Taubah 1-20
·        Sendiri:
Ø  Basith: QS. At Taubah 21-40
Ø  Kiki: QS. At Taubah 41-60
Ø  Azka: QS. At Taubah 61-80
Ø  Bunga: QS. At Taubah 81-100
Ø  Sela: QS. At Taubah 101-120
Ø  Eca: QS. At Taubah 121-129 + QS. Yunus 1-20
Ø  Ana: QS. Yunus 21-40
Ø  Angel: QS. Yunus 41-60
Ø  Serli: QS. Yunus 61-89
Ø  Huda: QS. Yunus 90-109
Ø  David: QS. Hud 1-20
Ø  Bu Betty: QS. Hud 21-123
·        Besok: QS. Yusuf
·        Yang lain hafalan Juz ‘Amma

9.      Jumat, 14 September 2018
·        Mulai: QS. Al Fatihah
·        Bersama: QS. Yusuf 1-10
·        Nyimak: QS. Yusuf 11-20
·        Sendiri:
Ø  Basith: QS. Yusuf 21-30
Ø  Kiki: QS. Yusuf 31-40
Ø  Azka: QS. Yusuf 41-50
Ø  Bunga: QS. Yusuf 51-60
Ø  Sela: QS. Yusuf 61-70
Ø  Eca: QS. Yusuf 71-80
Ø  Ana: QS. Yusuf 81-90
Ø  Angel: QS. Yusuf 91-100
Ø  Serli: QS. Yusuf 101-111
Ø  Huda: QS. Ar Ra’d 1-10
Ø  David: QS. Ar Ra’d 11-20
Ø  Bu Betty: QS. Ar Ra’d 21-43
·        Besok: QS. Ibrahim
·        Yang lain hafalan Juz ‘Amma

10.  Jumat, 21 September 2018 (Libur: PTS 1)

11.  Jumat, 28 September 2018 (Plan mulai dari QS Ibrahim)
·        Mulai: QS. Al Fatihah
·        Bersama: QS. Ibrahim 1-20
·        Nyimak: QS. Ibrahim 21-52
·        Sendiri:
Ø  Basith: QS. Al Hijr 1-20
Ø  Kiki: QS. Al Hijr 21-40
Ø  Azka: QS. Al Hijr 41-60
Ø  Bunga: QS. Al Hijr 61-80
Ø  Sela: QS. Al Hijr 81-99
Ø  Eca: QS. An Nahl 1-20
Ø  Ana: QS. An Nahl 21-40
Ø  Angel: QS. An Nahl 41-65
Ø  Serli: QS. An Nahl 66-86
Ø  Huda: QS. An Nahl 87-107
Ø  David: QS. An Nahl 108-128
Ø  Bu Betty: -
·        Besok: QS. Isra (111 ayat)
·        Yang lain hafalan Juz ‘Amma

****

Jika kau bertanya
apakah saya guru agama?
Jawabannya jelas bukan
saya hanya guru bi(a)sa
*****


#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day27
#1555kata
#CleverClass
Clever Class, Cilacap, 27 September 2018: 11.22.
Ibu Jesi.

******