My Destiny

06.57 0

Antologi My Destiny by Rising Star

JOY DAN KETULUSAN CINTANYA
Oleh: Betty Irwanti

Ira masih membisu di depan pintu rumah, menatap kertas berisikan nomor handphone seseorang. Dia baru saja menerima seorang tamu. Tadi tamu itu mencari Budenya. Namun karena Bude Astri tidak ada di rumah, maka dia yang menemui tamu itu.

"Assalamualaikum mbak Ira, Bude Astri ada?"

"Nggak ada lho, nggak tahu pergi kemana. Ada juga Mamahku tuh, di dapur."

"Oalah, udah tak belain kesini je."

"Emange ada apa sih, Mbak Susi?" tanyaku.

"Ini lho mbak Ira, aku dipesenin sama orang. Katanya Bude Astri kemarin lagi cari kerjaan. Orang itu ngasih info ke aku, katane sekarang ada ini. Siapa tahu Budemu minat," jelas Susi.

"Iya deh, nanti tak sampein. Bentar ya, tak bikinin minum dulu,"

"Eh, nggak usah lah. Ngrepotin!"

"Ah, enggak kok. Lagian lama kan kamu nggak main sini. Kangen lho pengen ngobrol. Tunggu bentar ya!"

Beberapa saat kemudian, Ira muncul dengan membawa nampan berisi es jeruk dan kue lapis. Mereka minum dan menikmati lapis bersama. Sepersekian waktu mereka larut dalam obrolan, sampai pada suatu pertanyaaan yang dilontarkan Susi untuk Ira.

"Eh, denger-denger Mbak Ira putus ya sama Mas Joy. Wah, jangan dong Mbak. Aku dah cocok sama Mbak Ira. Waduh. Mas Joy itu sepupuku yang paling kalem lho mbak. Pas banget sama Mbak Ira yang kalem ini. Cieee."

Muka Ira bersemu merah.

"Ah, kamu bisa aja,"

"Lho, iya Mbak. Aku serius. Kemarin sempat lama di rumah lho. Tapi aku lihat Mbak Ira nggak pernah nongol lagi."

"Iya lah, Susi. Aku kan kerja. Berangkat pagi pulang sore. Ini aja kebetulan aku dah pulang. Jadi kamu bisa ketemu aku."

"Mas Joy sekarang di Malaysia Mbak, berangkat sekitar empat bulan yang lalu. Nih, aku kasih tahu nomore ya. Kayaknya aku punya."

Susi membuka ponselnya, berusaha mencari nomor Mas Joy.

"Mana mbak, sini aku tulisin di ponselmu!" pinta Susi.
"Ponselku lagi di cas, pake kertas aja ya. Bentar aku ambilin."

Entah mengapa begitu cepat aku mengambilkan kertas dan pulpen.

Susi menuliskan beberapa digit nomor.

"Nah, ini dia nomor ponselya Mas Joy. Hubungin aja Mbak. Sapa tahu nyambung lagi."

Kerta itu Ira terima dengan hati yang biasa saja.

Setengah jam kemudian, Susi pamit.

"Oke, Mbak. Nanti sampekan ke Bude Astri ya info dari aku tadi. Aku pulang dulu. Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam," jawab Ira kemudian.

...
*

Apa yang akan Ira lakukan dengan nomor itu?

Apakah hubungannya dengan Mas Joy akan kembali terjalin?

Bagaimana akhir kisah cinta mereka berdua?

Apakah mereka akan bertemu pada satu tujuan?

Kisah Joy dan Ketulusan Cintanya hanyalah satu diantara beberapa cerita seru lainnya.

Simak semua kisah lain dan temukan cerita romancenya di buku Antologi My Destiny by Rising Star di bawah naungan Unicorn Publisher.

Antologi ini adalah buku cetak ketujuh saya. Masa PO masih berlaku sampai awal bulan November 2018. Jika Anda menginginkannya, bisa langsung hubungi saya ya, insyallah ready segera.

Saya tunggu.

Terima kasih.

**

#476kata
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day61
#31Oktober2018

Rewrite by #CleverBook
@Rumah Clever Cilacap, 27 Oktober 2018: 12.02.
Ibu Jesi.

***

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day19

****

Hidden Treassure

05.40 0

Antologi Hidden Treassure by Rising Star

Lukisan Pohon Bunga Hati
Oleh: Betty Irwanti

Erny dan Ryan duduk-duduk di beranda rumah membicarakan rencana liburan mereka. Ketika sedang asyik ngobrol tiba-tiba Ayah Tolib menghampiri mereka dengan membawa sebuah lukisan besar yang sudah dibungkus rapih dengan kertas. Sontak mereka bertanya-tanya.

Erny, "Itu apa, Ayah?"

Ayah, "Ini lukisan peninggalan nenekmu. Ayah mau titip lukisan ini dibawa ke desa. Serahkan lukisan ini pada Paman Jori. Kalian berencana liburan kan? Pergi saja mengunjungi paman kalian di desa, Ayah izinkan kalian."

Ryan, "Memang itu lukisan apa, Yah?"

Ayah, "Ayah belum bisa jawab, nanti biar kalian ketahui sendiri."

Ayah pun memberikan lukisan itu kepada mereka.

"Ayah titip ini sama kalian. Kalian harus jaga lukisan ini karena lukisan ini sangat berarti bagi mendiang kakek dan nenek kalian." Ayah berpesan.

Mereka kompak menjawab, "Baik ayah."

Ayah terlihat menelpon seseorang, memberitahukan bahwa ketiga anaknya akan pergi berlibur, esok hari.

Keesokan harinya Erny dan Ryan bersiap-siap untuk berangkat liburan ke desa, kampung nenek dan kakeknya. Matahari belum juga terbit mereka sudah berangkat menggunakan mobil, diantar Paman Gino. Hampir setengah hari mereka menempuh perjalanan untuk sampai Desa Igir Gadung. Tepat pukul 11.00 mereka sampai. Mereka langsung menuju rumah Paman Jori.

Paman Jori dan Bibi Lastri yang sudah tahu rencana kedatangan mereka pun sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Sesampainya di rumah Paman Jori mereka pun langsung berkenalan dengan Anggih, anak semata wayangnya Paman Jori dan Bibi Lastri. Mereka langsung akrab, karena setia liburan mereka bertemu, jika tidak Erny dan Ryan yang ke desa ya, Anggih ya berlibur ke kota.

Mereka beristirahat dan makan siang bersama. Seusai makan dan istirahat mereka berkumpul di halaman belakang rumah mencari udara segar. Mereka berjalan-jalan di sekitar rumah. Mereka kembali masuk rumah karena waktu sudah sore.

Ryan berumur 12 tahun, masih duduk di kelas VI SD Al Azhar. Adiknya Erny, beda dua tahun dengannya masih kelas IV SD Al Azhar juga, mereka satu komplek. Sedangkan Anggih, dia masih kelas IV SD Al Fatah. Anggih seusia dengan Erny.

Ryan dan Erny setiap pagi diantar dan dijemput oleh Paman Gino. Paman Gino adalah kakak Paman Jori. Jadi, Ayah Tolib, Paman Gino dan Paman Jori itu kakak beradik. Kemarin sehabis mengantar ke desa Igir Gadung ini Paman Gino langsung pulang. Ayah Tolib sangat membutuhkannya, karena dia adalah supir pribadinya.

Setelah makan malam, mereka berkumpul di ruang tamu. Sesuai dengan pesan Ayah Tolib mereka pun menyerahkan lukisan yang dititipkan kepada mereka.

...
*

Lukisan apa yang Ayah Tolib titipkan pada mereka?

Apa misteri di balik lukisan yang mereka bawa?

Apa yang akan mereka dapatkan dari lukisan itu?

Kisah Lukisan Pohon Bunga Hati hanyalah satu diantara beberapa cerita seru lainnya.

Simak semua kisah lain dan temukan petualangannya di buku Antologi Hidden Treassure by Rising Star di bawah naungan Unicorn Publisher.

Antologi ini adalah buku cetak keenam saya. Masa PO baru saja berakhir kemarin, tanggal 20 Oktober 2018. Jika Anda menginginkannya, stok melimpah ada di saya insyallah ready segera.

Yang mau kepo, bisa segera hubungi saya.
Saya tunggu ya.

Terima kasih.

**

#496kata
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day60
#30Oktober2018

Rewrite by #CleverBook
@Clever Class, Cilacap, 25 Oktober 2018: 07.50.
Ibu Jesi.

***

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day18

****

Tantangan Terakhir Yang Special

09.21 8

Sending Some Love
Dearest to My PJ
In One Day One Post Batch 6

Tepat 31 Oktober 2018 besok, One Day One Post  memasuki hari penting dalam tahapan awalnya. Yaitu wisuda untuk para penghuni setia setiap pulau yang konsisten posting selama dua bulan terakhir ini, sejak tanggal 1 September yang lalu. Bersyukur karena dari awal saya sangat bersemangat menyambutnya termasuk semua anggota kelompok Pulau Harapan, Pulau Bungin dan Pulau Natuna.

Beberapa saat setelah pembagian kelompok, PJ menamai kelompok kami di grup WA dengan nama Pulau Harapan Semangat, sebab anggota kelompok kami memang punya semangat melebihi semangat sumpah pemuda 90 tahun yang lalu, Insyallah.

Selamat Hari Sumpah Pemuda ya, Maju Terus Para Pemuda Pemudi Indonesia. Saatnya Yang Muda Yang Berkarya.

PJ Pulau Harapan dan anggota kelompok juga termasuk anggota kaum muda ataupun jika ada yang sudah berumur, semangatnya akan selalu muda. Maka, saya dan semua penghuni Pulau Harapan tercinta berusaha saling menyemangati melalui grup WA agar kami bisa meraih impian bersama yaitu wisuda bersama-sama lusa nanti.

Salam hormat untuk penjaga Pulau Harapan Semangat, Mbak Uky dan Adek Dyah Dita yang akan selalu saya genggam dengan erat kedua tangannya. Tak lupa juga Abang M. Raffiyudin yang pernah jadi inspirasi salah satu postingan saya.

Salam sungkem juga untuk PJ di pulau yang lainnya. Terima kasih atas segala keikhlasan dalam bertugas meski mereka tak pernah diberi tanda balas jasa. Kecuali sosok penagih yang menyeramkan bagai seorang debt collector yang merajalela. Saya salut pada mereka berdua. Juga kepada Mas Rafi yang jarang muncul, mungkin sebab kesibukan yang menyerta.

Saya bangga bisa bergabung bersama kalian semua di ODOP Batch 6 ini. Dari kalian saya banyak belajar tentang banyak hal. Pengetahuan saya semakin bertambah dengan banyaknya materi yang saya terima setiap seminggu dua kali di sesi malam Selasa dan malam Sabtu.

Saya khususnya juga masih suka mengembara. Berkelana dari event satu ke event lain agar kemampuan mencapai kualitasnya, meski saat ini siapalah saya belum berani banyak bicara. Saya memang masih kategori penulis pemula.

Jadi, maafkan saya jika saat ODOP Batch 6 ini saya banyak melakukan kesalahan dan kelupaan. Itulah sifat dasar saya sebagai manusia biasa.

Tapi, meski begitu saya tetap berusaha maksimal. Ini dibuktikan dengan masih bertahannya saya sampai sejauh ini. Nama saya ada di urutan teratas daftar penghuni Pulau Harapan, dengan rekor tidak pernah berhutang, tidak pernah telat mengerjakan tantangan dan selalu mengikuti kelas (meski beberapa kali terlambat) di grup besar saat pemateri menyampaikan pelajaran meski harus jumpalitan karena berbagai kesibukan dalam kenyataan.

Lantas, apakah saya harus berbangga diri?

Jawabnya tentu tidak. Membangun konsistensi, jelas butuh perjuangan. Butuh kerja keras lagi agar bisa mempertahankan. Datangnya godaan pun adalah sebuah keniscayaan. Ternyata proses itu masih sangat panjang.

Selamat untuk kita sekalian. Khususnya untuk para penghuni Pulau Harapan yang hanya mempunyai satu anggota laki-laki yaitu Babeh Winarto Sabdo. Sebenarnya ada Ms Wijaya di sana. Tapi setidaknya beliau adalah sesepuhnya. 😀

Dear Mbak Yolanda, Mbak Nimas Achsani, Mbak Kartika N, Mbak Titi Keke, Mbak Siti Mardhiyah, Mbak Dwi Septia Rina, Mbak Mardiah Annur, Mbak Nafida N, Mbak Desty Putri, Mbak Farah Fatiha, Mbak Uthie El Hazima, Mbak Esy Rahma D, Mbak Pebri Ika dan Adek Laurensia Klarisa. Selamat menyulam harapan wisuda bersama.

Semoga kita masuk dalam satu kelas penjurusan setelah wisuda ya, atau meskipun tidak satu kelas, semoga silaturahmi antar kita terjalin senantiasa.

Berdebar ya, nanti kita akan bertemu di grup fiksinya Mbak Wiwid atau non fiksinya Mbak Dewi DeAn. Saya sangat penasaran. Apakah teman semua juga demikian?

Yang tidak demikian adanya, janganlah kecewa. Masih bisa mengikuti ODOP Batch selanjutnya. Bisa daftar dari sekarang kan ya?

Salam takzim untuk Bang Syaiha selaku Founder Komunitas One Day One Post, jujur saya ingin sekali berkenalan. Karena di sesi grup besar dua bulan ini sepertinya beliau tidak muncul sama sekali.

Salam kenal tak ketinggalan juga untuk para pengurus komunitas periode 2017-2018. Ada Bang Suparto, Mbak Hidayati Nur, Bang Achmad Ikhtiar selaku penasehat. Ada Bang Heru, Mbak Adriana, Mas Gilang, Mas Fery, Mbak Mabruroh dan Mbak Sakifah.

Jika masih ada yang terlewat, saya mohon dimaafkan. Ini semata karena keterbatasan.

Salam silaturahmi untuk semua anggota komunitas ODOP Batch 6, kalian keren sejauh ini bisa bertahan. Ada beberapa nama yang sudah saya kenal karena berada di komunitas yang sama juga sebelumnya, hingga sekarang.

Salam disiplin untuk kita semua. Selamat mengerjakan sisa tantangan dan sisa hutang sampai batas waktu yang ditentukan.

Sesekali disiplin itu menjadi hal yang wajib. Agar hasil terbaik bisa segera diketahui. Saya bangga berada ditengah kalian.

Terima kasih atas kiriman banyak cinta yang membuat saya semakin bersemangat menekuni dunia kepenulisan. Karenanya saya pun ingin mengirimkan cinta juga meski hanya beberapa saja.

Inilah surat cinta yang saya tulis untuk kalian semua, untuk semua PJ, semua anggota dan semua pengurus yang ada.

Salam penuh cinta untuk semua PJ yang luar biasa.

Jadi, siapa yang berminat menjadi PJ di One Day One Post Next Batch?

Apakah saya?

Apakah kamu?

Kamu?

Iya, kamu?

😁

*

#808kata
Surat cinta ini kuposting untuk menjawab #TantanganTerakhir
#TantanganSpecial
#onedayonepost
#odopbatch6
#nonfiksi
#SendingSomeLove

**

#day59
#29Oktober2018

Rewrite by #CleverNotes
@Clever Class, Cilacap, 29 Oktober 2018: 08.52.
Ibu Jesi.

***

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day17

****

Ya Rabbi Izinkan Kami Memiliki Buah Hati

06.31 11

Antologi Ya Rabbi Izinkan Kami Memiliki Buah Hati by eL Hidaca

Ini cerita saya. Cerita tentang betapa saya membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menantikan kehadiran buah hati. Sekitar tiga puluh tiga bulan hitungannya. Ya, itu sangatlah benar.

Cerita dimulai sejak saya dan suami menikah, tanggal 20 Agustus 2013. Proses menuju pernikahan kami pun sangatlah berliku, butuh waktu bertahun-tahun sampai di saat yang membahagiakan kala itu.

Saya dan suami sejak kecil hidup bertetangga. Kakek suami adalah imam masjid di tempat saya biasa mengaji. Tetapi, kami mulai menjalani masa perkenalan secara pribadi di tahun 2006 dengan singkat saat ada kegiatan alumni SD.

Mulai awal tahun 2007 kami menjalani masa pendalaman yang unik. Saya di rumah dan suami di tempat kerja yang selalu jauh. Hanya setahun sekali bertemu saat Lebaran. Bahkan, tiga tahun sebelum menikah suami merantau ke luar negeri.

Bertemu kemudian, langsung menikah.

Seperti layaknya pengantin baru lainnya, kami menikmati bulan madu dengan riang gembira. Apalagi kami saling mencintai, tak pernah terlupakan masa indah saat itu. Meski malam pertama harus ditunda pelaksanannya karena saya sedang menstruasi. Beruntung, suami saya orang yang sangat pengertian. Dia sabar menunggu, sampai tertunaikannya kewajiban itu.

Banyak yang bilang, kalau malam pertama pas datang bulan itu. Biasanya langsung tokcer, maknyuss langsung jadi deh. Katanya begitu. Tapi bagi kami menjadi lain lagi ceritanya. Kami butuh waktu untuk mendapatkannya.

Satu bulan berlalu setelah malam pertama, datanglah menstruasi berikutnya yang kami hadapi dengan biasa. Ya, mungkin tidak langsung seketika juga kami mendapatkan buah hati seperti orang lain yang kebanyakan langsung tokcer. Menstruasi di bulan pertama setelah menikah dirasa biasa. Belum ada pikiran apapun yang terlintas. Belum ada kegalauan yang menyerang, masih wajar-wajar saja.

Dua bulan kemudian datang juga menstruasinya, kami tetap tenang. Sampai di bulan ke tujuh saya mulai resah dengan pertanyaan banyak orang. Bertemu orang di jalan ditanya, kapan punya anak?. Bertemu orang di pasar ditanya, kok belum juga hamil? Bertemu saudara yang sedang bertamu ke rumah pun ditanya, kamu menunda kehamilan ya?

Bertemu dengan orang dimanapun, sering ditanya hal-hal yang mengarah ke pertanyaan kapan punya anak. Saya hanya bisa tersenyum dengan menjawab

"Masih harus bersabar, belum dipercaya".

Saat menghadapi kejadian seperti itu sikap saya ya biasa saja. Tapi menjelang tidur malam, rasanya kegundahan bertambah. Saat memandang suami pun perasaan jadi tambah galau sampai kadang air mata menjadi menetes.

Ya Allah, kenapa saya belum juga hamil? Kadang juga saya bertanya sendiri dalam hati. Apa kekurangan saya, apa salah saya ya Allah hingga Engkau menghadirkan ujian semacam ini. Saya ingin seperti yang lain, mudah mendapatkan keturunan.

Apakah dosa dan salah saya di masa lalu terlalu banyak? Ya Allah maafkan segala dosa saya. Maafkan segala dosa suami saya. Apa kekurangan dia. Apapun itu ya Allah, saya berusaha ikhlas.

Yang paling membuat sedih kadang ada yang tidak langsung bertanya kepada saya, tapi mengajukan pertanyaan ke orang lain ketika saya ada di tempat yang sama dan saya mendengarnya.

"Eh, tahu tidak kenapa dia sudah lama ya belum hamil juga. Padahal suaminya di rumah terus, tidak bekerja. Kerjaannya hanya mengasuk anaknya tetangga itu.".

Ya Robbi, saat ini memang suamiku tidak bekerja. Tapi bukan berarti selamanya begitu. Memang saya yang mensyaratkan untuk tidak lagi merantau di tempat yang jauh. Boleh bekerja tetapi kerja disini, di tempat yang bisa selalu dekat dengan istri dan keluarga. Sudah sejak muda suami saya terus bekerja di tempat yang jauh, merantau ke luar negeri. Rasanya sudah cukup.

Sudah saatnya hidup dekat dengan orang-orang terkasih. Apalah artinya menikah jika setelah ijab qobul, istri disini suami di Malaysia. Meski akibat dari tidak kembalinya suamiku ke tempat kerjanya, dia harus kehilangan banyak materi yang dijaminkan sebelum pulang. Uang sekali gaji. Jaminan beberapa juta rupiah yang akan dikembalikan perusahaan jika sudah sampai kembali. Semua sudah dia ikhlaskan, semata-mata demi menikah dengan saya.

...

*

Cerita di atas adalah potongan kisah yang saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi saya yang sebenarnya.

Apakah kemudian saya bisa hamil? Jawaban itu sebagian besar sudah bisa dijawab untuk saat ini. Tapi tidak untuk waktu itu.

Oleh karena itu, saya ingin mengabadikannya ke dalam buku. Agar kelak ketika Bebi Jesi dewasa, dia akan tahu betapa besar perjuangan ayah dan ibunya demi bisa diamanahi-Nya.

Buku antologi ini menjadi buku cetak kelima, yang saya tulis bersama tim eL Hidaca. Ada beberapa kisah lain dengan tema yang sama.

Buku kisah inspirasi based on true story yang memuat tulisan pertama dari event pertama yang saya ikuti saat hamil 9 bulan.

Setelah melalui proses yang begitu panjang, Alhamdulillah buku ini bisa terbit mayor di bawah naungan Tinta Medina, Imprint Creative of Tiga Serangkai.

Buku ini sudah bisa dijumpai di Toko Buku dan Gramedia setempat. Cari buku bercover pink mencolok, bergambar sepatu lucu, khas bayi yang mungil.

Jika ingin segera memiliknya tanpa perlu repot pergi kemana-mana, bisa kontak langsung penulisnya atau bisa juga lho pesan ke saya. Saya tunggu ya di bettyirwanti@gmail.com atau FB, Betty Irwanti Joko.

Terima kasih.

**

#765kata
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day59
#29Oktober2018

Rewrite by #CleverBook
@Rumah Clever, Cilacap, 24 Oktober 2018: 22.43.
Ibu Jesi.

***

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day17

****

Tahukah Kamu

05.58 2

Antologi Tahukah Kamu by Wonderland Creative

Mengapa gelas terlihat bening padahal benda padat?
Oleh Betty Irwanti

Assalamu’alaikum, Teman-teman! Setiap hari kamu pasti makan dan minum kan? Pernahkah kamu perhatikan alat yang kamu pakai untuk minum? Apakah nama alat itu?

Teman-teman yang jawab gelas benar sekali. Alat yang kita pakai untuk minum sehari-hari adalah gelas. Gelas ada banyak jenisnya, gelas yang terbuat dari bahan plastik atau pun dari kaca.

Pernahkah kamu melihat gelas kaca? Coba perhatikan gelas kaca! Kita dapat melihat gelas kaca dengan jelas meskipun benda padat. Mengapa gelas kaca tersebut dapat terlihat bening? Coba perhatikan juga saat air diisikan kedalam gelas kaca itu? Bagaimana jika yang diisikan air bening? Bagaimana jika yang diisikan air teh atau sirup?

*

Mengapa kaus kaki mudah berbau?
Oleh Betty Irwanti

Assalamu’alaikum, Teman-teman! Setiap hari kamu memakai kaus kaki kan, ketika akan berangkat ke sekolah? Pernahkah kamu perhatikan kenapa kaus kaki yang kamu pakai mudah berbau?

Apalagi jika kaus kaki itu dipakai setiap hari selama satu minggu saat sekolah. Bisa-bisa teman yang lain akan terganggu dengan bau kaus kaki teman-teman.

Kaus kaki mudah bau karena kaus kaki yang dipakai teman-teman setiap hari bercampur dengan keringat di kaki. Keringat itu kan jalan untuk mengeluarkan kotoran dari dalam tubuh. Otomatis banyak sekali kuman di kaki kita yang terserap oleh kaus kaki. Kuman yang menempel pada kaus kaki lama kelamaan menjadi banyak dan menimbulkan bau tidak sedap.

**

Apakah hanya dua pertanyaan di atas yang belum diketahui jawabannya?

Ada juga pertanyaan, mengapa kita harus mandi?

Dan masih banyak pertanyaan lain yang jawabannya ada di buku ini.

Buku ini adalah buku Ensiklopedi Mini untuk anak-anak yang dicetak oleh Wonderland Publisher.

Buku ini menjadi buku cetak keempat saya, dan menjadi buku kedua bersama Wonderland Creative. Saat ini Wonderland Creative telah berganti nama menjadi Wonderland Family.

Jika Anda menginginkannya, stok di saya masih ada. Ditunggu japriannya ya.

Terima kasih.

***

#310kata
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day58
#28Oktober2018

Rewrite by #CleverBook
@Rumah Clever, Cilacap, 24 Oktober 2018: 21.36.
Ibu Jesi.

****

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day16

*****

25 Dongeng Dunia Peri

07.08 2

Antologi 25 Dongeng Dunia Peri by Wonderland Creative

Jesi dan Istana Bintang
Oleh: Betty Irwanti

Jesi adalah seorang putri dari Kerajaan Bintang. Ayahnya bernama Raja Jose, yang terkenal baik hati dan dermawan. Sedangkan ibunya, bernama Ratu Rona. Ratu yang juga baik dan tidak sombong. Mereka tinggal di Istana Bintang, Istana milik Kerajaan Bintang.

Jesi memiliki sifat yang diwariskan oleh kedua orang tuanya. Dia mempunyai kekuatan sehebat ayahnya dan berparas cantik seperti ibunya. Namun, ada lagi yang membuat semua penghuni Istana Bintang menyayanginya.

Jesi bersahabat dengan seorang peri, Brili. Brilli memberikan kekuatan kepada Jesi karena menolongnya saat terkurung dalam sebuah botol. Tak sengaja Jesi melihat botol itu dan membukanya. Keluarlah Brili dengan sayap putihnya yang mengepak-epak berkilauan. Tongkat bintang di tangan, gaun kuning nan menawan, serta mahkota bunga di kepala yang tak kalah rupawan. Sejak saat itu Jesi bersahabat dengan Brilli.

Pada suatu hari, Jesi dan Brilli sedang berjalan-jalan di taman istana. Brilli terbang rendah di atas pundak Jesi. Tidak semua orang bisa melihat Brilli, kecuali makhluk dari dunia peri atau orang dengan kekuatan yang sakti. Jesi banyak disapa oleh dayang-dayang istana. Jesi menjawabnya dengan riang dan senyuman yang ramah.
Mereka berjalan-jalan sampai di sebuah bangunan tua yang sepertinya tidak terawat.

Jesi berfikir, bagaimana bisa ada bagian dari istanaku yang kotor seperti ini. Di sekeliling bangunan ini pun pepohonannya rimbun. Jesi ingin membersihkannya. Jesi pun memasuki bangunan tua, tentu saja Brilli menemaninya.

Jesi, “Brilli, aku ingin membersihkan gedung ini. Apakah kau mau membantuku?

Brilli, “Dengan senang hati putri, apa yang bisa aku bantu?”

“Kita akan memulai membersihkan pelataran gedung tua ini. Aku akan membersihkan bagian depan gedung ini. Kamu tolong bersihkan bagian belakang ya!” perintah Jesi.

“Siap laksanakan putri.” jawab Brilli.

“Nanti setelah tugas pertama selesai, kita akan membersihkan bagian dalam gedung secara bersama-sama. Agar cepat selesai.” lanjut Jesi.

"Baik putri.” jawab Brilli.

Jesi mulai membersikan bagian depan gedung tua dengan cekatan. Brilli pun menuju bagian belakang gedung tua. Dengan waktu yang singkat, Brilli sudah menyelesaikan tugasnya. Brilli menggunakan kekuatannya. Brilli pun kembali menghampiri Jesi yang sedang melaksanakan tugas yang ia bagi sendiri.

Brilli, “Putri, kenapa kamu tidak menggunakan kekuatanmu?” tanya Brilli.

“Kekuatan apa yang kamu maksud, Brilli?”

“Kekuatan seperti yang aku punya putri. Aku kan sudah memberikan sebagian kekuatan padamu karena kau telah menolongku waktu itu.”

“Aku ingin menyelesaikannya dengan kekuatanku sendiri.”

“Tapi terlalu lama putri, nanti raja akan mencarimu. Ratu juga pasti khawatir kalau putri sudah sesore ini belum kembali ke istana.

“Apakah aku bisa peri?”

“Bisa putri, lakukan seperti apa yang aku lakukan!”

...
*

Dapatkah Jesi melakukan apa yang disarankan peri?

Kekuatan apa yang dimiliki Jesi?

Cerita Jesi dan Istana Bintang ini hanyalah satu diantara 25 cerita anak pembentuk karakter yang seru.

Simak semua cerita lain dan temukan pesan moralnya dalam buku Antologi 25 Dongeng Dunia Peri yang dicetak oleh Wonderland Publisher.

Buku Antologi ini adalah buku cetak ketiga saya, dan menjadi buku pertama saya bersama Wonderland Creative.

Jika Anda menginginkannya, mohon maaf. Stok di saya sudah habis. Akan dilakukan cetak ulang jika benar-benar banyak yang memesan.

Mohon bersabar ya!

**

#504kata
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day57
#27Oktober2018

Rewrite by #CleverBook
@Rumah Clever, Cilacap, 24 Oktober 2018: 21.24.
Ibu Jesi.

***

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day15

****

Love in Conflict

04.48 1

Antologi Love in Conflict by Rising Star

Suamimu Bukan Pacarku
Oleh Betty Irwanti

Bukan salahnya jika Ia tampak gusar, gundah gulana. Laki-laki yang telah mendampinginya selama ini, tiba-tiba digunjingkan dengan orang lain. Aku sendiri kurang paham, sejak kapan itu terjadi. Yang jelas, dia laksana kayu yang dibakar. Tersulut, berkobar dan membesar.

Bagaimana bisa, seseorang yang telah memberinya anak begitu tega. Memikirkannya saja rasanya berat, apalagi kalau harus menghadapinya. Aku menatap diriku sendiri, apa istimewaku dibanding dia? Apakah hanya kebetulan saja? Rasanya ini tak adil baginya.

*

Pertama kenal Mas Dian, aku kaget. Namanya kok sama dengan nama orang yang sedang dekat denganku. Ada kemiripan diantara keduanya. Meski jelas mereka berbeda, dari segi umur maupun dari segi yang lainnya. Apalah arti sebuah nama, jika semua akan baik-baik saja. Tetapi, tidak untuk kali ini.

Suatu ketika, di siang hari yang terik. Saat akan pulang kerja. Ponselku berbunyi, aku lihat ada nama Mas Dian disana.

"Assalamu'alaikum, Mas. Adek baru aja mau pulang. Ada apa ya?" tanyaku membuka obrolan.

"Wa'alaikumsalam, dek. Enggak, Mas Dian cuma kepengin denger suaramu aja. Udah lama kan, nggak kirim kabar. Mau sms nggak sempat terus. Ini lagi break, Mas Dian sempetin." jawab Mas Dian.

Obrolan selayaknya anak muda yang kasmaran, rupanya hanya berlangsung beberapa menit. Saat aku menutup pembicaraan. Tahu-tahu Mbak Yani, nongol dibelakangku. Mukaku merah, aku langsung buru-buru berkemas. Mungkin Mbak Yani, penasaran. Biarkan sajalah.

**

Keesokan harinya, aku melihat perubahan pada Mbak Yani. Kenapa ketemu aku kok diem ya. Nggak menyapa, biasanya renyah. Kalau senyum sih tetap senyum. Sampai siang, aku masih biasa saja. Kebetulan sibuk juga, jadi tidak banyak ngobrol.

Sehari kemudian Mbak Yani, sudah menyapaku. Tapi belum serame biasanya. Dua hari, tiga hari rasanya aku jadi penasaran. Di satu obrolan ada yang kelihatannya, serius. Anaknya Mbak Yani, yang baru pulang dari TK kebetulan mampir. Mungkin kepengin ketemu bapaknya. Nama anak itu, Lia. Lia merengek ke Mas Dian, minta jajan. Lah, Mbak Yani terus jawab.

"Itu, Li. Minta sama  mama mudanya bapakmu."

Aku kaget.

Kok Mas Dian malah ketawa. Mbak Yani juga ketawa sedikit merengut. Ada apa ini? Aku penasaran. Aku senggol tempat duduk di depanku, Mbak Nunu, menoleh. Mbak Nunu cuma mengangkat bahunya, tanda tak paham. Aku tersenyum kecut, geleng kepala.

Ada apa ini?

***

Aku dan Mas Dian teman kuliah sejak beberapa bulan ini. Sebelumnya, aku berkuliah di tempat yang berbeda. Tetapi karena alih jenjang ke S1, aku harus pindah pokjar (Kelompok Belajar). Ijazah D2 baru saja aku pegang, sedang dalam proses legalisir, sebab ada lowongan formasi umum CPNS beberapa waktu lalu. Teman kuliah semuanya ikut mendaftar, termasuk aku dan Mas Dian tentu saja.

Kebiasaan Mas Dian tiap kuliah di hari Sabtu.

Dian, "San, bagi aku jawaban tugasnya dong. Aku belum ngerjain."

Aku, "Lah, Mas Dian ini biasa deh. Suka males kalo suruh ngerjain tugas."

"Lah, kan ada kamu yang bisa diandelin." lanjut Mas Dian.

Mulutku manyun, dia tetap nyalin. Padahal semalam aku begadang buat ngerjain tugas ini. Sampai-sampai aku harus rela tidak ngobrol dengan Mas Dian.

31-12-2008 HP ku berdering.

...
****

Ada apakah antara Ira dan Mas Dian?

Siapakah Mas Dian yang Ira maksud sebenarnya?

Bagaimanakah akhir dari cerita ini?

Kisah Suamimu Bukan Pacarku ini hanyalah satu diantara 17 cerita seru lainnya.

Simak semua kisah lain dan temukan berbagai alur cerita romantisnya di buku Antologi Love in Conflict by Rising Star di bawah naungan Unicorn Publisher.

Buku Antologi ini adalah buku cetak kedua saya bersama beberapa perempuan penulis lainnya yang tergabung di grup kepenulisan Rising Star.

Jika Anda menginginkannya, masih ada stok melimpah di saya.

Thank you.

*****

#586kata
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day56
#26Oktober2018

Rewrite by #CleverBook
@Rumah Clever, Cilacap, 24 Oktober 2018: 20.51.
Ibu Jesi.

******

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day14

*******

My Little Detective

06.35 21

Antologi My Little Detective by Rising Star

Mencari Pemilik Layang-layang
Oleh: Betty Irwanti

Siang itu matahari bersinar terik dengan angin yang sesekali bertiup semilir menerpa pepohonan. Seperti biasa selepas pulang sekolah, Fatih asyik bermain di halaman rumahnya yang memang cukup luas.

“Tih, kamu lagi ngapain?” tanya Bagus tiba-tiba.
“Enggak lagi ngapain.” jawab Fatih sembari terus bermain.
“Owh...” ujar Bagus pendek.
“Kamu enggak main layangan, Gus?” tanya Fatih.
“Enggak, aku enggak punya layangan.” jawab Bagus dengan wajah yang sedih memelas.
“Aku tah nanti mau main layangan, tapi nunggu Jesi pulang.” kata Fatih.

Memang di musim kemarau seperti saat ini, adalah waktu yang tepat untuk bermain layang-layang. Tak ketinggalan Fatih, yang memang benar-benar lagi gemar banget  main layang-layang.

Fatih, bocah kecil bertubuh kurus ini memang punya hobi baru main layang-layang. Ia menerbangkan layang-layang bersama teman-temannya yang lain. Ada Gusti, Siam, Feri dan banyak lagi yang lainnya. Fatih bersekolah di SDN Binangun 01, masih duduk di kelas 2. Dia punya banyak sekali koleksi layang-layang. Kesemua layang-layangnya, adalah hasil buatan ayah dan kakaknya. Ada beberapa juga dikasih sama saudara atau pun tetangga.

“Gus, nanti aku mau nerbangin yang pesawat ini ah.” kata Fatih sambil menunjukkan sebuah layangan warna biru yang berbentuk mirip pesawat itu.
“Itu, yang besar yang warna merah sama kuning punya siapa, Tih?” tanya Bagus.
“Ya punyaku lah, dibikinin sama bapaknya Mas Singgih kemarin.” jawab Fatih seraya pamer.

Dibanding anak seusianya, koleksi layang-layang Fatih memang cukup banyak. Sampai-sampai mamahnya Fatih menggantungkan sebagian layang-layang di dinding, karena sebagian yang lain sudah memenuhi kamarnya.

Ada 12 layang-layang yang Fatih miliki. Semua memiliki nama, bentuk dan warna yang berbeda-beda. Tak heran banyak teman-temannya yang iri melihatnya. Mereka ingin juga memiliki layang-layang sebanyak yang Fatih punya.

“Tih, itu Tih!!” Bagus berteriak tiba-tiba. Fatih pun bergegas lari keluar rumah sambil pandangannya tertuju ke atas langit.
“Liwung, liwung, liwung.” seru Fatih sambil setengah berlari.
“Ayuk, Gus. Kejar!”  ajak Fatih pada Bagus yang kemudian ikut juga berlari.

Sambil terus menatap ke atas Fatih dan Bagus terus berlari, dengan sesekali berteriak “liwung liwung liwung” (Bahasa Jawa, yang artinya layang-layang putus dari benangnya dan terbang terbawa angin-red).

Memang menjadi keasyikan tersendiri bagi anak-anak seusia Fatih dan Bagus, tatkala mereka mengejar layang-layang liwung. Meski harus bersusah payah untuk mendapatkannya, mereka akan lakukan itu dengan senang hati.

Beberapa saat kemudian, Fatih dan Bagus sudah mendapatkan layang-layang buruannya. Sebuah layang-layang warna warni dengan bentuk perahu, terlihat cantik.

“Ayo, Tih. Cepat ambil!” suruh Bagus. Dia masih kelelahan, terdengar nafasnya yang terengah-engah.
“Wah, bagus ya layangannya.” ucap Fatih kagum dengan layang-layang yang baru didapatkannya.
“Aku capek banget, Gus. Kamu capek nggak?” tanya Fatih.
“Aku juga capek, Tih. Kakiku sampai sakit.” Jawab Bagus sambil meringis kesakitan.

Dengan senyuman kecil sambil menahan capek, Fatih dan Bagus melangkah pulang menuju rumah. Sesampai di rumah, Fatih meletakkan layang-layang yang dibawanya itu di teras rumahnya. Ia duduk di sebelah layang-layang itu. Sambil berharap dengan cemas kalau ada anak-anak lain yang mencari layang-layang yang baru ia dapatkan.

...
*

Siapakah pemilik sebenarnya layangan yang liwung itu? Jadikah Fatih, temannya dan adiknya mengembalikan layang-layang ke pemiliknya?

Kisah Mencari Pemilik Layang-layang hanyalah satu diantara 17 cerita seru lainnya.

Simak semua kisah lain dan temukan petualangannya di buku Antologi My Little Detective by Rising Star di bawah naungan Unicorn Publisher.

Buku Antologi ini adalah buku cetak pertama saya. Jika Anda menginginkannya, masih ada stok di saya.

Oke.

Terima kasih.

**

#555kata
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day55
#25Oktober2018

Rewrite by #CleverBook
@Rumah Clever, Cilacap, 24 Oktober 2018: 17.20
Ibu Jesi.

***

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day13

****

Apa Warna Favorit Anda?

08.21 0

Apa Warna Favorit Anda?
Oleh Betty Irwanti

Apakah Anda termasuk orang yang gampang terharu, menyukai ketenangan, dan tidak suka keributan?

Jika IYA, mungkin Anda termasuk tipe orang yang tenang, kalem dan cocok dengan warna-warna sejuk seperti biru, hijau, abu-abu, dan violet. Warna-warna ini menjadi simbol warna air dan udara yang melambangkan kelembutan, ketenangan dan kefeminiman.

Tapi, kalau Anda ingin bereksperimen dengan warna cerah, cobalah warna-warna yang muda, seperti coklat muda atau oranye muda.

Apakah Anda termasuk orang yang bersemangat, tidak betah diam, dan heboh?

Kalau IYA, nah mungkin Anda justru termasuk tipe orang yang menggebu-gebu, selalu aktif dan cocok dengan warna-warna yang menyiratkan kehangatan seperti oranye, kuning, dan coklat terang. Warna-warna ini menjadi simbol api dan tanah yang mencerminkan pribadi yang penuh semangat, energik, ceria, dan punya spontanitas tinggi.

Namun, jika Anda sekali-kali ingin memakai warna lembut, cobalah warna biru terang atau abu-abu yang masih memancarkan kehangatan.

Jadi, apa warna favorit Anda? Cek keterangan di bawah ini:

PINK
Pink adalah warna romantis. Jika Anda menyukai warna ini biasanya mempunyai sifat Anda adalah manja tapi dinamis, punya pribadi yang menyenangkan tapi masih sering ngambekan.

UNGU
Ungu adalah lambang kegelisahan dan kesedihan. Yang menyukai warna ini biasanya suka bermimpi dan penuh ide. Tapi, dia juga orang yang aktif dan bisa menjadi pemimpin.

BIRU
Biru berkesan sejuk dan damai. Yang suka warna ini biasanya romantis, ekspresif dan simpatik.

HIJAU
Hijau memberi kesan tenang dan damai. Orang yang suka warna ini biasanya bersifat terbuka, mandiri, kuat hati, dan bisa menjadi teman buat siapa saja.

KUNING
Kuning melambangkan kegembiraan. Yang suka warna ini adalah orang-orang yang rasional, bisa dipercaya, jujur, adil, dan seorang pendengar yang baik.

ORANYE
Oranye berkesan tegar dan penuh vitalitas. Jika Anda menyukai warna ini, biasanya Anda adalah orang yang berpendirian kuat, suka membantu orang lain, suka berolahraga dan aktif.

MERAH
Merah melambangkan semangat berapi-api. Yang suka warna ini adalah orang-orang yang berani, sportif, menyenangkan, dan suka menjadi pusat perhatian.

COKLAT
Coklat berkesan netral. Orang yang suka warna ini biasanya tenang, tidak suka ribut, ramah dan suka menjadi penengah.

*

Diolah dari berbagai sumber.

**

#337kata
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day54

Rewrite by #CleverNotes
@Clever Class, Cilacap, 24 Oktober 2018: 08.16.
Ibu Jesi.

***

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day12

****

Thank You My Heart

09.15 0

Thank You My Heart
Oleh Betty Irwanti

Hatiku meyakinkanku
Bahwa engkaulah jawaban
Dari semua yang tertata
Di hatiku sejak dahulu

Inilah episodemu
Menuju langkah kebahagiaan
Meraih separuh dari surga dunia

Dalam untaiannya
Ia berusaha tunjukkan bukti
Walau dalam kenyataannya
Kebisuan kadang terjadi

Terima kasih my heart
Kau menamaiku demikian adanya
Aku begitu tersanjung
Tahukah kau tentang hal itu

Sweet heart
I miss you

Aku tak tahu akan menyerah
Atau akan tetap melangkah
Anehnya
Aku tetap yakin

Semua bahagia pasti akan kita sambut
Bersama
Kekokohan yang ada
Akan semakin membuat kita
Bahagia

Berdiri teguh
Kokoh
Pada keyakinan yang ada

Hebat
Aneh
Wonderful
Amazing

Thank you my heart
I miss you always

*

Lagi-lagi
Kusembunyikan ini sendiri
Sampai detik ini

Aku tak mengerti
Kenapa kau tak menyapaku

Baiklah
Sekarang giliranmu

Setahun yang akan datang
Bawalah kembali
Bukti cinta kita ini

Sayang
Percayalah

Secepatnya kabari aku
Jangan buat aku begini

**

14-10-2006
From your heart

***

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day53

Rewrite by #CleverNotes
@Clever Class, Cilacap, 23 Oktober 2018: 09.09.
Ibu Jesi.

****

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day11

*****

Tim Voli PGRI Ranting Binangun Optimis Dapat Mengalahkan Juara Bertahan

13.24 0

Regenerasi Tidak Ada, Tim Voli PGRI Ranting Binangun Optimis Dapat Mengalahkan Juara Bertahan

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional ke-73, PGRI Cabang Bantarsari mengadakan serangkaian kegiatan untuk menyambutnya. Mulai dari kegiatan pemasangan 5 bendera PGRI, upacara HUT PGRI, kegiatan donor darah, tasyakuran dan POR PGRI.

Kegiatan POR (Pekan Olah Raga) PGRI Cabang Bantarsari dilaksanakan di Ranting Kedungwadas yang dipusatkan di SDN Cikedondong 02 dan SMP Satu Atap Bantarsari. Waktu, 10 November 2018. Cabang lomba voli putera dan voli puteri.

Dalam rangka mempersiapkan kegiatan POR PGRI cabang, PGRI Ranting Binangun mewajibkan semua anggotanya untuk hadir latihan bersama pada hari yang telah ditentukan.

Menurut sekretaris PGRI Ranting Binangun, ada perubahan pada jadwal latihan. Yang tadinya setiap hari Selasa dan Jumat diganti menjadi Selasa dan Sabtu. Ini menyesuaikan dengan jadwal latihan untuk persiapan POR ke tingkat Kabupaten.

Latihan sudah dimulai sejak pertengahan bulan Oktober ini. Namun, kekuatan tim mulai berkurang. Yang menjadi penyebabnya adalah beberapa orang anggota PGRI yang masuk dalam tim inti voli, tahun ini ada yang pensiun.

Hal ini tidak menyurutkan semangat tim inti, karena sejauh ini masih bisa bertahan dalam formasi meski mau tidak mau harus merubah strategi.

Kapten tim yang ditemui hari Sabtu lalu mengatakan, "Kami tetap optimis bisa mengalahkan juara bertahan. Ada dua orang anggota tim, yang biasanya masuk tim voli cabang. Mereka adalah kunci utama kesuksesan tim. Ada juga beberapa anggota tim yang masih muda dan memiliki kekuatan yang luar biasa."

"Kami akan berusaha maksimal meski regenerasi sangat sulit dilakukan, anggota kami banyak yang pensiun tahun ini. Tapi, seiring itu ada juga anggota baru yang masuk dalam tim. Kami harus optimis. Ada talenta berbakat yang bisa di asah sedemikian rupa. Tahun lalu kami berhasil sebagai tuan rumah POR PGRI Cabang Bantarsari dan bisa mencapai juara kedua, Tahun ini semoga semangat untuk bisa mengalahkan tim voli Ranting Kamulyan." jelasnya lebih lanjut.

Hidup Guru!
Hidup PGRI!
Hidup PGRI Ranting Binangun!
Hidup Indonesia!

*

#313kata
Artikel ini kuposting untuk menjawab #TantanganODOP7 #onedayonepost #odopbatch6 #nonfiksi #artikel

**

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day52

#CleverNews
Rumah Clever, Cilacap, 22 Oktober 2018: 13.13.
Ibu Jesi.

***

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day10

****

Jawaban Tantangan Ke-7 Odop 6: Puisi

11.25 0

Puisi ini ada di buku diaryku yang kutulis per tanggal 1-10-2006. Kebetulan sedang kubawa saat ini. Jadi, bisa langsung kuketik ulang.

*

What Kind of Day Will I Have?
Oleh Betty Irwanti

Tugasku adalah menentukan hari
Seperti apa yang akan kujalani
Hari ini aku bisa mengeluh karena cuaca hujan
Atau aku bisa bersyukur karena rerumputan tersirami

Hari ini aku bisa merengek
Karena harus pergi kerja
Atau biasa bergembira
Karena memiliki sesuatu untuk dikerjakan

Hari ini aku bisa menggerutu
Karena kondisi kesehatanku
Atau aku bisa merasa senang
Bahwa aku masih hidup

Hari ini aku bisa menangis
Karena bunga mawar memiliki duri
Atau aku bisa bersyukur
Bahwa duri memiliki bunga mawar

Hari ini aku bisa merengek
Karena temanku sedikit
Atau bisa bersemangat
Untuk menemukan teman baru

Tugasku adalah
Menentukan hari apa yang kupilih

Kau punya begitu banyak hal
Yang dapat kau banggakan
Tantangan-tantangan yang membuatmu
menjadi lebih kuat

Tekadmu yang selalu teguh
Kemampuanmu untuk tetap berada di jalanmu
Sungguh-sungguh
Memberikan yang terbaik untukmu

Kau bertahan dengan mimpi-mimpimu
Kau bekerja keras
Kau tak pernah menyerah
Sekarang kita semua tahu
Tak ada satu pun yang tak dapat kau lakukan

Impian benar-benar punya cara
Untuk menjadi kenyataan
Dan kau
telah membuktikannya

Inilah momen yang kau perjuangkan
Nikmatilah
Ikutilah kata hatimu
Berjuanglah! Bersabarlah!

Semua peluang emas itu
Masih ada di depanmu

Tugasmu dan tugasku sama
Menentukan seperti apa
Hari yang akan kita jalani

*
Puisi ini kuposting untuk menjawab #TantanganODOP7 #onedayonepost #odopbatch6 #fiksi #puisi.

Puisi ini menggambarkan aku waktu itu dan entah mengapa, pas denganku saat ini.

Saat dimana aku terus berjuang menaklukkan banyak tantangan dalam hidup.

Maka baiklah, aku harus berusaha agar bisa selalu:
Yess.
Oke.
Semangat.
Konsentrasi.
Siap belajar.

😀

**

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day52

#CleverStory
Clever Class, Cilacap, 22 Oktober 2018: 10.50.
Ibu Jesi.

***

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost

#EstrilookCommunity

#Day10

****

Tahu dan Tape

09.21 17

TAHU DAN TAPE
Oleh Betty Irwanti

"Tahu dan Tape" adalah makanan favorit rekanku, teman satu pendidikan. Cerita ini sudah lama kusimpan dan tidak kupublikasikan, sejak delapan tahun yang lalu. Apakah Anda cukup penasaran? Jawabnya, bisa iya bisa juga tidak.

Oke! Jadi, ceritanya begini.

Panggil saja dia, Samin. Samin bertugas di Armada Pelabuhan Divisi Pangkalan TNI Angkatan Laut. Dia baru saja dimutasikan tugas oleh atasannya ke bagian Kapal Selam Angkatan Laut. Tempat tugas yang sama denganku saat ini.

Mutasi tugas itu sangat tiba-tiba. Itu membuatnya pergi tanpa persiapan ataupun prosesi pamitan kepada teman-temannya, itu menurut ceritanya pada suatu hari.

Menurut desas-desus yang kudengar, ada dugaan kuat kalau dia dipecat dari kesatuannya atas tuduhan menenggelamkan kapal selam bersama awaknya. Kenapa bisa?

Aku penasaran, bahkan saat penasaran. Beberapa hari aku harus banyak mengumpulkan informasi penyebab dimutasikannya Samin.

Pada suatu hari, aku melihat ada seorang tamu yang mendatangi Kepala Kantor Pelabuhan. Saat kutanyakan apa maksud kedatangannya, dia bilang akan mengadakan wawancara khusus dengan Samin. Aku semakin penasaran. Apakah ini perihal Samin?

Aku mempersilakan dia duduk di kursi tamu ruangan Kepala Kantor, kupanggilkan Samin. Aku menguping dibalik pintu, meski tidak begitu jelas. Saat diwawancarai di dalam ruang kantor Kepala Pelabuhan, dia ditanyai serius oleh atasannya.

Beberapa saat kemudian, muncul beberapa tamu lain. Mereka mengaku sebagai wartawan yang juga ingin mewawancarai Samin. Aku menjelaskan bahwa yang mereka maksud sedang menemui tamu di ruangan Kepala Kantor.

Beberapa saat menunggu, Samin keluar dari ruangan bersama tamu tadi dan Pak Kepala Kantor. Sontak beberapa wartawan yang duduk bersamaku beranjak dan siap merekam apa yang dia katakan.

Dia mengaku tidak bersalah.

"Bagaimana kronologis kejadian tenggelamnya kapal selam itu, Pak Samin?" tanya seorang wartawan kepada Samin.

Si Samin menjawab dengan muka tenang, “Waktu kejadian kapal selam itu tenggelam, saya malah sedang bebas tugas, dan sedang bersiap untuk tidur. Saya habis kekenyangan makan tahu dan tape."

“Lantas apa yang Anda lakukan sebelum tidur?” tanya wartawan yang lain.

“Ya seperti kebiasaan di kampung. Habis makan saya kegerahan. Lalu, saya buka jendela sebelum tidur. Habis di kapal selam tidak ada AC sih!!", jawabnya dengan santai.

Seisi ruangan kaget dengan jawaban si Samin. Lalu tertawa bersama.

Jadi, semua gara-gara tahu dan tape?

*

#357kata
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day52

#CleverStory
Clever Class, Cilacap, 22 Oktober 2018: 09.15.
Ibu Jesi.

**

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day10

***

8 Cara Mudah Membuat Susu Kedelai

06.14 0

8 CARA MUDAH UNTUK MEMBUAT SUSU KEDELAI

Musim kemarau masih berlangsung. Di beberapa areal persawahan di Desa Binangun Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap kemarin, ada yang menanami sawahnya dengan kacang hijau, kedelai, jagung, labu dan berbagai tanaman yang lain.

Saat musim panen tiba, banyak petani yang panen raya. Ini menyebabkan harga beberapa bahan itu menjadi turun drastis. Seperti harga kacang hijau misalnya, sebelum panen bisa mencapai Rp 12.000,00. Tapi saat panen harganya hanya tinggal Rp 8.000 saja. Ini menjadi tidak seimbang rasanya.

Bayangkan berapa harga yang harus dibayar mahal untuk berpanas-panas ria saat memetik kedelai di sawah misalnya. Mereka harus merunduk sepanjang hari demi berhasil menuai panen kedelai yang telah mereka rawat sebelumnya. Harga kedelai pun tak kalah drastis penurunannya, hampir ke level 25%.

Lantas, apa yang dilakukan para petani agar bisa menaikkan harga jual hasil panennya? Beberapa diantara mereka memilih membuat olahan dari apa yang dipanen sebelumnya.

Saya sendiri, sebagai anak petani, yang Bapak dan Ibu kemarin menanam kedelai dan kacang hijau. Saya mencoba membuat olahan susu kedelai dari kedelai yang mereka petik dan keringkan beberapa hari.

Saya memang belum menekuni untuk kemudian menjualnya, karena ternyata hasil panen yang dijual oleh orang tua saya adalah kacang hijau. Kedelai hanya sedikit, karena saat menanam pun hanya diniatkan untuk konsumsi sendiri. Tidak diperjual belikan.

Berikut cara membuat susu kedelai dalam 8 langkah mudah.

Bahan:
1 gelas kedelai
4-5 sendok makan gula pasir
4-5 gelas air bersih

Alat:
Blender

Cara membuat:
1. Cuci bersih kedelai dan rendam paling sedikit 3 jam.
2. Cuci bersih kembali kedelai yang sudah direndam.
3. Haluskan kedelai dengan blender, dengan perbandingan 2:1 (2 sendok kedelai, 1 gelas air).
4. Lakukan sampai kedelai habis.
5. Saring kedelai yang sudah dihaluskan. Tampilan sudah seperti susu, maka disebut susu kedelai.
6. Tambahkan gula pasir 4-5 sendok makan atau secukupnya, sesuai selera.
7. Rebus sampai mendidih sambil diaduk agar gula pasir larut.
8. Susu kedelai siap dihidangkan, hangat-hangat atau dinginkan dulu beberapa saat.

Tips:
1. Rendam kedelai sampai benar-benar mekar. Jika ingin maksimal bisa sampai satu hari satu malam.
2. Saring sampai 2 kali, agar tidak ada kedelai yang mengendap.
3. Pakai gula pasir yang berwarna benar-benar putih, agar hasilnya cantik.
4. Susu kedelai yang sudah matang bisa diberi pewarna alami agar anak-anak menjadi tertarik untuk meminumnya.

Jadilah susu kedelai sehat yang bisa dibuat sendiri di rumah. Apakah kamu tidak tertarik untuk mencobanya?

*

#391kata
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day51

#CleverNotes
Rumah Clever, Cilacap, 13 Oktober 2018: 16.45.
Ibu Jesi.

**

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day9

***

Quotes of This Saturday: Bunda Khadijah

09.00 0

Quotes of This Saturday
By Betty Irwanti

Behind every succesfull woman stands an amazed man. (Rewrite in adaption by Clever Notes from the quotes, Behind every succesful man stands an amazed woman).

Dibalik  setiap wanita yang sukses, berdiri seorang pria yang luar biasa. (Ditulis oleh oleh Clever Notes dari quotes yang berbunyi, Dibalik setiap pria yang sukses, berdiri seorang wanita yang luar biasa)

*

Saya tertarik dengan dua quotes yang amazing ini, se amazing para wanita dan pria sukses yang punya dukungan penuh dari pria dan wanita yang luar biasa.

Laki-laki dan perempuan-perempuan yang sukses dengan dukungan sepenuhnya dari pasangan hidup mereka yang syah dan sesuai fitrah, bukan yang lainnya.

Laki-laki yang bersedia izin kerja demi bisa merawat anaknya, karena agenda keluarga sedang tumpang tindih di hari itu juga. Laki-laki sabar yang dengan pengertiannya bisa memahami bahwa isterinya adalah abdi negara yang setia. Bahkan sebelum ia menikahinya.

Maka, jadilah perempuan yang memahami pula jika ingin dipahami dengan sebegitunya. Jadilah perempuan yang bisa mengerti apapun yang dilakukan suaminya, selagi masih dalam koridor kebaikan.

Menjadi pasangan yang demikian jelas tidak mudah. Seperti kisah Nabi Muhammad SAW, Sang Nabi Akhir Zaman. Beliau adalah orang hebat diantara orang yang paling hebat. Beliau memiliki isteri bernama Khadijah. Wanita ya hebat, Ummul Mukminin.

'Khadijah binti Khuwailid' (Bahasa Arab:خديجة, Khadijah Al-Kubra), (sekitar 555/565/570 - 619/623) merupakan isteri pertama Nabi Muhammad. Nama lengkapnya adalah Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Khadijah Al-Kubra, anak perempuan dari Khuwailid bin Asad dan Fatimah binti Za'idah, berasal dari kabilah Bani Asad dari suku Quraisy. Ia merupakan wanita as-Sabiqun al-Awwalun.

Khadijah berasal dari golongan pembesar Mekkah. Menikah dengan Nabi Muhammad, ketika berumur 40 tahun, manakala Nabi Muhammad berumur 25 tahun. Ada yang mengatakan usianya saat itu tidak sampai 40 tahun, hanya sedikit lebih tua dari Nabi Muhammad. Khadijah merupakan wanita kaya dan terkenal. Khadijah bisa hidup mewah dengan hartanya sendiri. Meskipun memiliki kekayaan melimpah, Khadijah merasa kesepian hidup menyendiri tanpa suami, karena suami pertama dan keduanya telah meninggal. Beberapa sumber menyangkal bahwa Khadijah pernah menikah sebelum bertemu Nabi Muhammad. Khadijah dikenal sebagai wanita suci di zamannya tatkala di antara lingkungannya sudah kotor. Dia, Khadijah r.a betul-betul pilihan Tuhan yang dipersiapkan untuk menjadi istri Nabi Muhammad.

Peristiwa pernikahan Muhammad (SAW) dengan Khadijah (r.a) berlangsung pada hari Jum’at, dua bulan sesudah kembali dari perjalanan niaga ke negeri Syam. Bertindak sebagai wali Khadijah r.a ialah pamannya bernama ‘Amir bin Asad. Waraqah bin Naufal membacakan khutbah pernikahan dengan fasih, disambut oleh Abu Thalib sebagai berikut: Alhamdu Lillaah, segala puji bagi Allah Yang menciptakan kita keturunan (Nabi) Ibrahim, benih (Nabi) Ismail, anak cucu Ma’ad, dari keturunan Mudhar. Begitupun kita memuji Allah SWT Yang menjadikan kita penjaga rumah-Nya, pengawal Tanah Haram-Nya yang aman sejahtera, dan menjadikan kita hakim terhadap sesama manusia.

Khadijah (r.a) membuka isi hati kepada suaminya dengan ucapan: Hai Al-Amiin, bergembiralah! Semua harta kekayaan ini baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, yang terdiri dari bangunan-bangunan, rumah-rumah, barang-barang dagangan, hamba-hamba sahaya adalah menjadi milikmu. Engkau bebas membelanjakannya ke jalan mana yang engkau ridhai.

Itulah sebagaimana Firman Allah SWT yang bermaksud: “Dan Dia (Allah) mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kekayaan”. (Al Quran Surat Adh-Dhuhaa: ayat 8)

Alangkah bahagianya kedua pasangan mulia itu, hidup sebagai suami isteri yang sekufu, sehaluan, serasi dan secita-cita. Maka, tidak inginkah kita menjadi demikian. Meski kita jelas tidak akan bisa setara dengan mereka?

Bismillah. Mari berniat dan berusaha dari sekarang!

Iam proud you, my hero. Jose is my hero.

**

Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Khadijah_binti_Khuwailid

#575kata
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day50

#CleverNotes
Clever Class, Cilacap, 20 Oktober 2018: 08.57.
Ibu Jesi.

***

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day8

****

Clever World

05.38 2

Bismillah
Lahaulawala quwwata illabillah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Terbesit ide sejak lama dan baru hari ini bisa menuliskan segala rencana, semoga segala campur tangan-Nya senantiasa merona dalam segala keberkahan yang selalu kami rindukan hadirnya.

Ide yang hampir setahun berjalan, namun masih belum sepenuhnya bisa dilaksanakan adalah RUMAH CLEVER. Rumah belajar untuk anak-anak sekitar, membagikan ilmu agar mereka bisa bersama meraih impian kelak ketika mereka besar.

Dari Rumah Clever, muncul yang baru adalah CLEVER SHOP. Wadah belajar saya bersama suami dan keluarga untuk berniaga. Karena Rasulullah SAW juga berniaga.

Awalnya hanya buku, buku sesuai persediaan yang ada di kota Yogyakarta sana. Kemudian ketika saya mulai belajar menulis dan sudah berhasil menerbitkan beberapa buku (CLEVER BOOK), meski masih antologi saya berusaha stok untuk dijual kembali lewat grup ini. Ada banyak produk baru lainnya.

Untuk hias seserahan kami berinama HOME PAPER BY JOKO. Sesuai nama kreatornya, saya sebagai istri hanya membantu dalam skala kecil saja. Sudah beberapa project yang kami tangani. Bahkan di acara CLEVER WEDDING PROJECT SATU yang dihelat 27 Juni 2018 di Kebumen, sukses dibawah kruwelan tangannya. Bahkan yang kekinian adalah pesanan untuk tanggal istimewa 18818 yang dihelat di kota Jakarta.

Saya dan suami terus belajar untuk semua proses yang ada. Oleh karena itu dalam setiap tulisan yang saya unggah sebelumnya di akun media sosial, saya sering menggunakan hastag #CleverNotes untuk semua catatan yang menurut saya penting. #CleverClass untuk semua proses bersama anak murid di kelas. Ada juga #CleverParenting sebagai diary saya dalam mengasuh #BebiJesi. Bintang kehidupan dalam keluarga kami (THE CLEVER FAMILY).

#BJ (BebiJesi) yang tepat hari ini genap berumur 19 bulan, adalah sumber inspirasi kami, bahkan semua nama di sepanjang tulisan saya ini menggunakan namanya sebagai wujud dari segala semangat kami. Dialah CLEVERONA BINTANG ALJAZIRA. Bintang kehidupan kami.

Dengan semangat MY STAR IS MY SPIRIT, pada hari ini kami menyatukan semua lini CLEVER WORLD menjadi satu kesatuan. Karena kami ingin hidup kami penuh kecerdasan untuk meraih keberkahan dan kebaikan.

Mohon maaf bila banyak kesalahan. Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan, lebih kurangnya saya hanya manusia biasa yang tak pernah luput dari khilaf dan kesalahan. Kami menerima segala masukan, saran dan kritikan bukan nyinyiran dan hinaan.

Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan bahagia. Aamiin.

Terimakasih.

Wasaalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Salam Santun.
#BJ
#Bejo (Betty Irwanti dan Joko Septiono)
Founder dan Owner Clever World
17 Agustus 2018
MERDEKA

*

☝ postingan di atas adalah repost dari status saya di FB: Betty Irwanti Joko per tanggal 17 Agustus 2018.

Pagi ini saya akan posting ulang dengan kalimat yang lebih singkat, yang insyaallah akan saya jadikan deskripsi blog. 👇

**

Clever World adalah wadah untuk berkarya dan berkreasi dengan tagline hidup penuh kecerdasan untuk meraih keberkahan dan kebaikan.

Nama Clever World itu sendiri mengambil nama depan ananda tercinta, Cleverona Bintang Aljazira yang di bulan Januari 18 nanti akan genap berusia dua tahun. Dialah sumber inspirasi berdirinya wadah ini.

Semua nama di sepanjang postingan di blog ini menggunakan nama depannya sebagai wujud dari semangat kami karenanya. Setiap nama adalah lini (bagian) dari Clever World itu sendiri.

Lini Clever World diantaranya: Rumah Clever, The Clever Family, Clever Shop, Clever Wedding, Clever Parenting, Clever Shoot, Clever Story, Clever Book, Clever Class, Home Paper by Joko, dan Clever News.

Clever World resmi di launcing pada tanggal 17 Agutus 2018 oleh founder dan CEOnya, Betty Irwanti (Ibu Jesi) dan owner resminya, Joko Septiono (Ayah Jose). Proses panjang ini setelah sekitar setahun sejak ide awal pendirian Rumah Clever.

Be Clever People, Guys.
Lets join the Clever World.

Rumah Clever, Cilacap, 17 Oktober 2018, 23.07.

***

Lebih dari 500 kata
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day49

#CleverNotes
Rumah Clever, Cilacap, 19 Oktober 2018: 05.30.
Ibu Jesi.

***

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day7

****

Gambar: Logo Clever World Design by Clever Shoot

Menyambut Hari Guru ke-73, PGRI Ranting Binangun Bersiap

04.51 17
Menyambut Hari Guru ke-73, PGRI Ranting Binangun Kecamatan Bantarsari Bersiap

Pada 25 November 1945, persatuan guru telah menamai diri mereka dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sayang, waktu itu belum ada keputusan resmi dari pemerintah untuk menjadikannya sebagai salah satu hari besar nasional. 

Barulah pada tahun 1994, Hari Guru Nasional resmi diperingati setiap 25 November. Ini juga tercantum di situs resmi PGRI. Dicetuskannya Hari Guru tentunya untuk mengenang jasa dan perjuangan para guru yang telah bekerja keras memperjuangkan pendidikan di Indonesia. 

HUT guru biasa disebut dengan istilah Hari Guru Nasional. Akrab juga dengan istilah HUT PGRI. 

Tahun ini Hari Guru ke-73 jatuh tepat di hari Minggu. Meski begitu semangat untuk menyambut HUT guru tidak surut. Seperti yang dilakukan oleh organisasi guru, PGRI di Ranting Binangun Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap.

Pada hari Jumat kemarin, tanggal 12 Oktober 2018 telah dimusyawarahkan bersama beberapa agenda yang berkaitan langsung dengan HUT guru di tahun 2018. 

Sekretaris PGRI Ranting Binangun mengemukakan bahwa banyak persiapan yang dilakukan untuk menyambut HUT guru tahun ini, diantaranya: 

1. Pemasangan 5 bendera PGRI wajib dilakukan dalam rentang waktu 1-30 November 2018, pada tanggal 1 Desember 2018 bendera PGRI harus sudah diturunkan. 

2. Upacara HUT PGRI disatukan dengan HUT KORPRI pada tanggal 29 November 2018 di Pendopo Kecamatan Bantarsari. 

3. Kegiatan POR PGRI Cilacap untuk dipusatkan di alun-alun Cilacap pada tanggal 14 November 2018, cabang lomba gerak jalan, sepak takraw, bola voli, dan lain-lain. 

4. Kegiatan HUT PGRI Cabang Bantarsari mengadakan donor darah di Pendopo Kecamatan Bantarsari tanggal 30 Oktober 2018, mengenakan pakaian PGRI dan Pramuka. 

5. Tasyakuran HUT PGRI di Aula Korwil Bidik (Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan) Kecamatan Bantarsari, seluruh pengurus PGRI ranting dan cabang wajib hadir begitu juga semua Kepala Sekolah SD, SMP dan SMA yang ada di Bantarsari. Tiap ranting mengirimkan tumpeng. 

6. Kegiatan POR PGRI Cabang Bantarsari dilaksanakan di Ranting Kedungwadas yang dipusatkan di SDN Cikedondong 02 dan SMP Satu Atap Bantarsari. Waktu, 10 November 2018. Cabang lomba voli putera dan voli puteri. 

7. Untuk menyokong penyelenggaraan kegiatan di PGRI Cabang Bantarsari, setiap PNS diwajibkan iuran sejumlah Rp 120.000,00. 

8. Dalam rangka mempersiapkan kegiatan POR PGRI cabang tersebut di atas, PGRI Ranting Binangun mewajibkan semua anggota PGRI untuk hadir latihan bersama pada setiap hari Selasa dan Jumat, di SDN Binangun 04 setelah jam istirahat pertama. Sebab di hari Sabtu dimungkinkan ada jadwal latihan untuk tim Cabang. 

9. Tim Inti Voli PGRI Ranting Binangun: *Putera: Pak Muji, Pak Anto, Pak Sarkum, Pak Didik, Pak Wawan, Pak Ngadino, Pak Supri, Pak Yadi. *Puteri: Bu Murni, Bu Jojo, Bu Okta, Bu Oneng, Bu Lia, Bu Betty, Bu Heni, (masih butuh pemain lagi). 

10. Kegiatan tasyakuran HUT PGRI di Ranting Binangun, ada acara tumpengan, tahlilan dan ngaji bersama di SDN Binangun 04, waktu 24 November 2018. Pembicara, Bapak Kiyai Muhtar Wasito. 

Begitu padatnya agenda sehingga bulan Oktober-November menjadi bulan sibuk bagi para guru di lingkungan PGRI Ranting Binangun. Begitu juga bagi para guru di lingkungan PGRI seluruh Indonesia. 

Hidup guru! 
Hidup PGRI! 
Hidup Indonesia!

*

#493kata 
#komunitasonedayonepost 
#ODOP_6 
#day48 
 #CleverNotes 
Clever Class, Cilacap, 17 Oktober 2018: 09.34 Ibu Jesi.  

** 

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community. 

#OneDayOnePost 
#EstrilookCommunity 
#Day6 

***  

Referensi: https://www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/3174464/ini-lo-alasan-25-november-dijadikan-hari-guru-nasional 

Sumber gambar: dokumentasi pribadi.

CURHAT IBU JESI

00.07 0

Curahan Hati Seorang Kakak

Tulisan ini saya buat tanggal 27 September 2017 pukul 09.18, beberapa hari setelah adik laki-laki saya menyampaikan lamaran kepada gadis yang ia cintai.

Sedianya tulisan ini ingin saya bacakan tepat di hari pernikahannya, 27 Juni 2018 lalu. Namun, karena satu dan lain hal, tulisan ini tidak jadi saya baca. Kemudian saya memilih menyimpannya hingga saatnya tiba.

Hingga akhirnya, hari ini saya ingin membagikannya kepada semua. Setahun lebih setelah curahan hati itu menjadi penghuni setia buku harian saya.

Sebenarnya surat ini bersifat rahasia, rahasia keluarga. Kala saya pertama menuliskannya, hanya Ayah Jesi yang tahu. Beliau pun memberi izin atas segala keniatan ini.

Ayah Jesi selalu excited jika membicarakan adik-adik, karena beliau tidak punya adik kandung. Beliau anak bungsu dari tiga bersaudara. Beliau sudah menganggap adik saya sebagai adiknya juga.

Inilah sepatah kata yang ingin seorang kakak sampaikan kepada adiknya yang akan menikah.

Jika ini dianggap alay, maka memang inilah saya. Saya yang waktu itu entah dengan kekuatan apa ingin mencurahkan perasaan hati lewat kata-kata. Saya yang waktu itu tetiba melankolis sebab adik laki-lakinya akan menikah beberapa masa selanjutnya.

*

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang terhormat tuan rumah, sang empunya hajat berserta seluruh keluarga.

Yang saya hormati, seluruh keluarga besar Embah Kakung, Markusen dari Cilacap.

Izinkan saya di sini, ingin menyampaikan apa yang menjadi curahan hati selama ini.

Perkenalkan, saya Betty Irwanti. Kakak dari sang mempelai laki-laki, Riyan Rudiyansyah.

Terlebih dahulu marilah kita sama-sama memanjatkan puji syukur atas segala limpahan kasih sayang Allah SWT. Sehingga sampai detik ini kita semua sehat wal'afiat, dapat berkumpul dan bersilaturahmi di acara yang penuh kebahagiaan ini.

Di tempat ini. Sekiranya akan menjadi rumah baru bagi adik saya nanti.

Tak lupa salawat dan salam senantiasa tercurah pada Nabi Agung Muhammad SAW. Semoga kita semua mendapat syafa'atnya kelak. Aamiin.

Mohon maaf, saya minta waktu sebentar. Atau beberapa saat untuk mengutarakan ini.

Saya, ibu dari anak saya, Jesi. Mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk om dan tantenya Jesi. Barakallah. Semoga pernikahan kalian membawa berkah bagi seluruh keluarga. Mendekatkan yang jauh dan mempererat jalinan yang memang sudah dekat sebelumnya.

Saya, isteri dari Joko Septiono. Menyampaikan selamat mengarungi bahtera pernikahan, semoga kalian senantiasa dalam kebahagiaan.

Saya, anak dari bapak Muhtolib dan ibu Dariyem. Menghaturkan selamat datang di kehidupan yang baru, yang disunahkan oleh Rasulullah SAW. Semoga rumah tangga kalian sakinah, mawadah dan warohmah.

Saya, kakak dari Erny Nur Aeny. Ingin membisikkan kata-kata pada adikku, Riyan Rudiyansyah. Bahwa kami tetaplah kakak beradik yang saling mencintai, meski terpisah jarak. Bahwa kami tetaplah saudara perempuanmu sampai kapan pun juga meskipun pernikahan akan memisahkan urusan di antara kita masing-masing. Tapi, kita tetap satu keluarga.

Saya, keponakan dari Mamih Karin, Siti Chotimah. Ingin mengatakan semua ini agar kelegaan hadir dan menjelma menjadi kemantapan hati.

Jujur, sesaat setelah adik saya, Riyan Rudiyansyah melamar gadis pujaan hatinya yang bernama Sri Rahayu Karim, saya sangat bersedih. Bukan sedih karena kemudian adik saya akan menikah, bukan. Tapi, saya bersedih karena takut kehilangan.

27 tahun kami hidup bersama, saling menyayangi dan mencintai satu sama lain. Namun, mungkin memang sudah saatnya adik saya menikah. Ini sudah menjadi qada dan qadar dari Allah SWT.

Sudah waktunya bagi saya untuk belajar, bahwa adik saya sudah bukan sepenuhnya milik keluarga kecilnya sekarang. Sejak setahun berjalan ini, saya belajar untuk memantau dan membantu sebisanya. Bukan ikut terlibat banyak dalam setiap urusannya. Bukan lagi serba ingin tahu ini itu, karena naluri kakak yang ingin memperhatikan adiknya setiap saat.

Sejak adik saya melamar calon isterinya setahun yang lalu, saya bahagia. Sungguh. Adik saya akhirnya menikah juga. Kelak akan semakin lengkap kebahagiaan dengan hadirnya anggota baru dalam keluarga besar Markusen Family tercinta. Aamiin.

Selamat menikah, dik...

Semoga pernikahan kalian menjadi segala jawaban atas segala do'a dan permohonan.

Semoga pernikahan kalian menjadi jawaban atas segala kegundahan seseorang yang pernah belajar untuk mengerti tetapi mungkin belum juga dimengerti. Seseorang yang pernah belajar untuk mendekati tetapi selalu patah hati karena belum juga bisa berpaling dari satu hati, dan keniscayaan itu bisa jadi tidak mungkin terjadi.

Tidaklah penting seseorang itu siapa. Yang lebih penting sekarang adalah marilah kita semua bersyukur atas apa yang ada. Semoga pernikahan adalah jawaban dari semua jawaban. Semoga isterimu dapat mempererat jalinan dengan seseorang itu. Karena sejak sebelum melamar, seseorang itu sudah terlebih dahulu dekat dengan calon isterimu.

Inti dari semua ini adalah kebahagiaan. Saya sebagai kakak sangat bahagia atas pernikahanmu, dik...

Semoga setiap anggota keluarga bisa semakin dekat satu sama lain dan semakin solid.

Semoga pernikahan kalian membawa berkah bagi seluruh keluarga. Aamiin. Aamiin. Ya robbal 'alamiin.

Sekian apa yang dapat saya curahkan. Banyak kesalahan itu semata datang dari saya, karena saya hanyalah manusia yang sekiranya banyak salah dan alpa.

Salam kenal untuk keluarga besar Kebumen dari keluarga besar Cilacap tercinta.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

**

#781kata
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day47

#CleverWedding
#Project1
Rumah Clever, Cilacap, 16 Oktober 2018: 21.45.
Ibu Jesi.

***

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day5

****

Berkah Kemarau Panjang: Tantangan Odop-6

00.09 1

Tulisan ini untuk menjawab tantangan ke-6 One Day One Post Batch 6, berupa tantangan nonfiksi untuk menulis berita yang didukung hasil wawancara.

*

Berkah Kemarau Panjang Bagi Para Pengrajin Batu Bata
Oleh Betty Irwanti

**

Cilacap - Kemarau sudah hampir tujuh bulan berlalu, tanda-tanda hujan belum juga muncul. Baru sekedar rintik atau pun hembusan angin basah yang sepertinya baru lewat saja. Kemarau yang terhitung panjang ini membuat sebagian besar penduduk mengalami kesulitan air, terutama di daerah yang sumber air bersihnya hanya mengandalkan air hujan.

Sebuah desa bernama Binangun yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap, juga terkena imbas dari kemarau yang sudah berlangsung sejak Maret-April ini. Menurut salah seorang warga bernama Dariyem (52 tahun) mengungkapkan, "Saya sudah mulai menyaring air sumurnya yang sudah terlihat keruh dan kuning. Padahal biasanya air sumur saya selalu bening,"

Kesulitan mendapatkan air bersih sudah mulai dirasakan sebagian penduduk. Diantara mereka banyak yang harus mengambil air milik warga yang lain, demi bisa menjalankan rutinitas masak, mandi dan mencuci dengan menggunakan air bersih.

Namun, dibalik semua kisah tersembunyi hikmah. Kemarau kali ini juga membuat para petani beralih profesi menjadi pengrajin batu bata. Bagaimana tidak? Musim tanam saat kemarau sudah lama berlalu. Panen kacang hijau dan kedelai sudah terlewati, hujan belum juga datang. Akhirnya banyak yang banting setir memulai usaha di bidang lain. Diantaranya menjadi pengrajin batu bata.

Salah satu pengrajin batu bata bernama Wagino (39 tahun), yang pada hari Senin, tanggal 15 Oktober 2018 membakar batu bata yang dibuatnya mengungkapkan bahwa kemarau kali ini memang jauh lebih panjang dari musim kemarau yang kemarin. Berkah tersendiri, karena yang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan batu bata adalah panas yang cukup agar batu bata mentah bisa cepat kering dan segera dibakar.

Ia sendiri dalam rentang waktu tujuh bulan di musim kemarau ini sudah tiga kali melakukan pembakaran batu bata. Setiap hari paling tidak dia mampu memproduksi batu bata mentah sekitar 50-100 buah. Jika dihitung rata-rata per bulan berarti, ada sekitar 1500-3000 batu bata mentah kering yang siap bakar.

Dalam satu kali pembakaran ada sekitar 2000-3000 batu bata mentah yang siap dijadikan batu bata matang. Batu bata yang sudah matang akan siap dijual dengan kisaran harga Rp 550, 00 sampai dengan Rp 600, 00 per satuannya. Bayangkan omset yang akan ia terima jika semua batu bata yang ia buat terbeli semuanya?

Omset yang di dapat bisa sangat dimaksimalkan jika bahan bakar yang digunakan untuk proses pembakaran tidak membeli. Artinya, si pengrajin sendiri yang telaten mencari bahan bakar dari alam. Misalnya, ranting kering, kayu kering, dan lain sebagainya. Tentu, mencari bahan bakar ini sangat memerlukan waktu. Untuk satu kali pembakaran bisa jadi, bahan bakar yang dikumpulkan selama semingguan akan habis. Ini demi memaksimalkan hasil batu bata dengan matang yang sempurna.

Ternyata kemarau yang panjang selain membawa dampak kekurangan air bersih juga mendatangkan berkah bagi para pengrajin batu bata rumahan yang mulai bertebaran, bak jamur di musim hujan.

***

#TantanganODOP6
#onedayonepost
#odopbatch6
#nonfiksi
#berita
#476kata

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day46

#CleverNews
Rumah Clever, Cilacap, 15 Oktober 2018: 23.03.
Ibu Jesi.

****

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day4

*****

Quotes of this Monday

09.02 19

Quotes of this Monday
Oleh Betty Irwanti

My Job is not to be easy on people.
My job is to make them better.
(Steve Jobs)

Quotes dari Steve Jobs ini jika diartikan secara bebas bisa jadi, pekerjaanku itu tidak mudah bagi kebanyakan orang. Pekerjaanku adalah membuat mereka semua menjadi lebih baik.

*

Ini bukan soal gaya-gayaan ya. Tapi, asli ini benar. Seperti yang sudah diketahui semua, pekerjaanku adalah guru.

Guru adalah orang yang mengajar dan mendidik anak didik di sekolah, mulai dari tingkatan Playgroup, TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi. Guru juga adalah seorang yang mempunyai gagasan yang harus diwujudkan untuk kepentingan anak didik, sehingga menjunjung tinggi mengembangkan dan menerapkan keutamaan yang menyangkut agama, kebudayaan dan keilmuan.

Guru bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi anak didik, baik potensi efektif, potensi kognitif, maupun potensi psikomotorik. Seorang guru yang profesional adalah guru yang mempunyai fungsi dan tugas dalam lapangan pendidikan berdasarkan keahlian yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan khusus di bidang pekerjaannya dan mampu mengembangkan keahliannya itu secara ilmiah di samping menekuni bidang profesinya yang ditandai dengan diterimanya tunjangan profesi untuk dirinya.

**

Menjadi guru jelas tidak mudah, mengakomodir puluhan anak dalam satu kelas itu butuh keahlian khusus yang tidak semua orang bisa. Bahkan latar belakang pendidikan sekarang pun harus sinkron, tidak bisa sembarangan. Bayangkan, mengurus anak sendiri di rumah saja butuh ketelatenan yang luar biasa. Apalagi harus menghadapi semua anak murid di sekolah setiap harinya.

Menjadi guru adalah panggilan jiwa. Apakah iya? Jelas iya. Tidak semua orang mau menjadi guru. Tugasnya berat. Apalagi di masa sekarang ini. Guru dituntut untuk bisa mewujudkan kompetensi murid abad 21.

Pertama, Critical Thinking. Anak-anak harus bisa berpikir kritis atau bisa berani mengungkapkan sesuatu dan tidak tertutup berpikirnya. Dan anak-anak yang berpikir kritis yang rasional ini yang bisa bersaing.

Kedua, Colaboration. Kolaborasi ialah kerjasama dalam hal networking (jaringan). Anak-anak selain harus berpikir kritis juga harus bisa bekerja sama dengan yang lain, baik itu dengan teman sebayanya (teman sekelas), teman yang lebih tua (kakak kelas) maupun teman yang lebih muda (adik kelas). Lebih jauh lagi pada tingkatan anak didik yang lebih tinggi, mereka harus bisa bergaul dengan banyak teman dalam organisasi-organisasi yang ada di sekolah. Lebih jauh lagi pada tingkatan capaian yang lebih tinggi, kolaborasi sangat dibutuhkan sekali sebab orang sukses dipengaruhi oleh networking-nya.

Kompetensi ketiga yakni Communication atau kemampuan berkomunikasi. Komunikasi akan mampu mendorong anak-anak untuk lebih melek pada perkembangan teknologi. Di mana saat ini eranya komunikasi via media sosial (medsos). Hal ini tentu saja harus didukung oleh komunikasi langsung yang baik pula. Agar anak pun menjadi anak yang bergaul di dunia nyata, tidak hanya sibuk berkomunikasi di dunia maya.

Kompetensi keempat ialah Innovation atau inovasi dalam kreativitas. Anak di abad 21 dituntut untuk bisa berinovasi dalam hal apapun. Jika kompetensi ini tidak dimiliki pada anak, maka ia dipastikan akan sulit bersaing di abad 21.

Kompetensi anak abad 21 bisa terlaksana dengan baik atas usaha dan perjuangan guru dengan kompetensi abad 21 pula. Apa sajakah kompetensi itu?

Jadi, jelas tidak mudah menjadi guru zaman now.

Iya, atau tidak?

***

#quotes
#Monday
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day45

#CleverNotes
Clever Class, Cilacap, 15 Oktober 2018: 05.42.
Ibu Jesi.

***

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day3

****

Sumber referensi:
- https://tulisanterkini.com/artikel/artikel-ilmiah/9154-pengertian-profesi-guru.html
- https://www.google.co.id/amp/s/news.okezone.com/amp/2018/08/17/1/1937871/ini-4-kompetensi-yang-harus-dimiliki-anak-di-abad-21

Patidusa Bias: Dia

07.26 3

PATIDUSA BIAS

1-2-3-4, 4-3-2-1, 1-2-3-4 dst

*

DIA
Oleh Betty Irwanti

Dia
Sama sepertiku
Hanya perempuan biasa
Yang ingin sepenuhnya bahagia

Dia datang tanpa kuduga
Begitu juga cintanya
Gelap gulita
Akhirnya

Dia
Diantara kita
Membawa satu siksa
Apakah cinta masih ada

Dia menghujam ikatan kita
Entah tak disengaja
Atau sengaja
Entah

Dia
Juga sama
Hanya perempuan biasa
Mengapa kau inginkan juga

Mengapa akhirnya kau mendua
Menjadikanku yang tua
Dan dia
Muda

Aku
Dan dia
Sama-sama wanita biasa
Yang inginkan hanya satu cinta

**

#puisi
#patidusabias

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day44

#CleverStory
Rumah Clever, Cilacap, 14 Oktober 2018: 06.28.
Ibu Jesi.

***

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#Day2

****

Ketika masalah merundung cintamu? Apakah yang akan engkau lakukan?

Sumber gambar: cover buku Love in Conflict by Rising Star

*****

Autobiografi Ibu Jesi

08.26 8

Autobiografi Ibu Jesi
Oleh Betty Irwanti

Ibu Jesi. Itulah nama panggilannya. Seorang pegawai negeri sipil di lingkungan pendidikan sekolah dasar di kota Cilacap Bercahaya tercinta. Sudah belasan tahun mengabdi sebagai guru, hal ini membuatnya akrab dengan panggilan bu guru sejak umur 18 tahun. Tepat tiga tahun sebelum dia menerima SK tugas dari negara.

Selain sebagai seorang PNS, Ibu Jesi sudah hampir dua tahun ini aktif sebagai penulis dan sudah menerbitkan beberapa buku meski baru berupa antologi. Ada juga beberapa buku antologi yang sedang dalam proses terbit secara indie maupun mayor. Menurut beliau, targetnya tahun depan ia bisa menerbitkan buku solo ber-ISBN.

Ia berusaha menjaga produktifitasnya dengan mengikuti event-event menulis di berbagai media sosial khususnya FB. Bahkan baru-baru ini ia berhasil menjadi salah satu peserta terbaik dalam sebuah ajang kelas menulis gratis yang diikutinya. Untuk event berbayar yang ia ikuti, ia pun mempersembahkan sertifikat pertamanya sebagai second winner untuk suami tercinta. Dan saat ini masih menjadi peserta di salah satu event menulis yang mewajibkan satu hari satu postingan di blog yang dipunya.

Saat ini ia bergabung dengan berbagai komunitas menulis, diantaranya eL Hidaca, Rising Star, Wonderland Family, KMO Indonesia, Basagita, One Day One Post Batch 6, Estrilook Community dan berbagai komunitas yang lainnya.

*

Cenderung ekstrovert, energic dan multitasking. Begitulah gambaran karakter seorang Ibu Jesi. Karakter yang mirip dengan ayahnya. Wanita muda kelahiran Cilacap, 29 Januari 1987 ini adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ayah ibunya seorang petani. lbunya bernama Dariyem sedangkan ayahnya bernama Muhtolib.

Adiknya seorang laki-laki dan seorang perempuan. Masing-masing sudah mempunyai pasangan. Riyan Rudiyansyah baru saja menikah dengan Sri Rahayu Karim pada tanggal 27 Juni 2018 kemarin, sedangkan Erny Nur Aeny insyallah akan menikah dengan Yuli Triyono sekitar akhir tahun 2019.

Walaupun berasal dari keluarga petani, tidak serta merta ia menjadi seorang yang mempunyai keahlian bertani. Namun nasib dan keberuntungan membuatnya berbeda.

Sejak kecil, ia akrab dengan panggilan "Centhil". Itu karena di pojok mata kirinya, ada semacam tanda lahir. Yang menghilangkannya baru bisa dilakukan saat dia kelas 3 SMP, meski sejak baru lahir orang tuanya sudah mengusahakan dengan berbagai cara.

Semasa SMP, ia harus hidup prihatin dan mandiri. Untuk mencapai sekolah pada jarak 10 kilometer dari rumah, ia temluh dengan menggunakan sepedanya dalam waktu kurang dari setengah jam saja. Meski begitu ia tetap berangkat sebelum pukul 06.00 pagi.

Begitu pula dengan masa SMAnya. Kehidupan mandiri senantiasa menyerta. Ia masih tetap bersepeda, menempuh jarak 5 kilometer saja dari rumah saudara ibunya. Dari sinilah dia menemukan sahabat sejatinya yang hingga kini masih menjalin silaturahmi dengannya.

Perjuangan terus berlanjut begitu menamatkan SMA. Sejujurnya ia sangat berkeinginan untuk berkuliah, namun apalah daya. Orang tuanya hanya seorang biasa. Bahkan ketika ia sudah nekat mendaftar UMPTN waktu itu, sama sekali restu tak didapatnya. Ia pun kecewa. Takut kalau diterima mau bayar biaya kuliah pakai apa.

Masih berniat untuk berkuliah lewat lain jalur, ia mencari banyak beasiswa. Ada satu universitas yang menyambut keinginannya, namun tetap saja. Kandaslah harapannya untuk berkuliah. Ayah ibunya hanya bisa menyekolahkan hingga SMA, masih ada dua adik yang harus dibiayai juga.

Bulatlah tekadnya untuk merantau ke Jakarta. Beberapa bulan berlalu sebagai anak perantauan di Jakarta. Namun, sepertinya ibukota tak ramah bagi anak desa sepertinya. Ia pun kembali ke kampung halaman tercinta.

Saat itu kebetulan ada sebuah universitas negeri yang membuka program bimbingan jarak jauh, kelasnya hanya hari Sabtu dan Minggu saja. Ia kembali menyatukan harapan untuk bisa berkuliah, toh ia bisa sambil mencari penghasilan sendiri di luar tugasnya. Selain itu juga ia mendapat honor yang sekedarnya dari sebagai wiyata bakti setiap Senin sampai dengan Jumat di sekolah yang ayahnya menjabat sebagai ketua komitenya. Gayung bersambut. Orang tuanya mendukungnya dengan do'a.

Beberapa bulan berada di kampung halaman kemudian dia terlibat kegiatan alumni almamater sekolahnya di SD Negeri Binangun 04 Kecamatan Bantarsari pada tahun 2006. Rupanya acara ini membuatnya berkenalan dengan seorang pria yang kelak menikahinya.

Sekitar empat bulan menjalin hubungan akhirnya ia harus rela menjalin hubungan jarak jauh dengan lelaki yang dicintainya tersebut. Apalah daya. Ia mengalihkan semua kegundahannya dengan sibuk belajar dan bekerja, mengabdi di sekolah bersama dua rekan lainnya.

Akhir tahun 2008 ia menerima ijazah D-II nya. Kebetulan ada pendaftaran CPNS formasi umum waktu itu. Bismillah, ia niatkan mendaftar. Berkas ia siapkan dan tes ia hadapi meski harus berbasah-basah karena hujan. Ia ingat betul kenangan masa ini. Karena dari sinilah nasibnya berubah.

31 Desember 2008 ada pengumuman di koran. Ia sama sekali tak mencari berita apapun. Lewat seorang tetangga yang juga temannya akhirnya dia tahu, kalau dia lulus tes cpns formasi umum tahun 2008. Sujud syukur tidak terkira. Sampai saat ini koran pengumuman yang bertuliskan namanya ia simpan rapi di dokumen pribadinya.

Sempat terjadi kesalahpahaman dengan lelaki yang dicintainya, hingga sempat break beberapa lama. Ia ingin fokus pada tugas barunya, yang kebetulan jauh berada di luar tempat tinggalnya. Harus ditempuhnya melewati tiga desa, naik turun gunung dan jalan becek yang luar biasa. Dua puluh lima bulan ia sabar menjalani semuanya. Sampai per 1 September 2011 akhirnya ia bisa pindah ke sekolah yang dekat dengan rumahnya.

Pasti ada hikmah dibalik kisah. Tidak lama ia kembali pada rutinitas kerja di sekolah yang dekat dengan rumahnya. Lelaki yang ia cintai kembali hadir mengisi hari, bahkan kali ini jalinannya jauh lebih baik dari apa yang terjadi selama ini. Ia sadar bahwa lelaki yang ini begitu istimewa baginya. Bukan berarti selama ini ia tidak bisa membuka hati untuk lainnya. Namun setiap ia mencoba, selalu ada bayangan lelaki itu di balik semuanya.

Ibu Jesi akhirnya memutuskan untuk menikah. Dia menikah dengan lelaki pujaan hatinya, Joko Septiono (Ayah Jesi). Hingga saat ini, beliau baru dikaruniai satu anak yang bernama Cleverona Bintang Aljazira (Jesi) yang sudah berumur 20 bulan.

Awalnya kehidupan rumah tangganya ia harus melihat suaminya yang belum bekerja. Ia tidak menuntut apapun dari Ayah Jesi. Karena Ayah Jesi harus rela meninggalkan masa kerja yang masih setengah tahun lamanya demi memenuhi permintaan istri tercinta. Ayah dan Ibu Jesi tinggal di rumah mertua yang notabene sangat mengharapkan ia segera bisa bekerja. Beruntung Ibu Jesi sudah mapan sejak lama dan ia pun membantu mencarikan pekerjaan untuk suaminya. Berkah sikap tulus ikhlas tanpa banyak meminta dan semua kesabaran mereka berdua akhirnya Ayah Jesi diterima bekerja di SD Islam Al Azhar 16 Cilacap per tanggal 17 April 2014.

Kini, Ayah Jesi telah menjadi pegawai tetap di sekolahnya. Namun, ia masih tinggal bersama mertuanya demi sebuah niat bersama istrinya tercinta, yaitu "Birrul Walidain" kepada orang tua dan mertua mereka yang masih sati desa. Semoga terus menjadi berkah bagi kehidupannya.

Ibu Jesi setiap hari rela melihat suaminya melaju dari jarak 41 km mengendarai sepeda motornya. Setiap hari ia harus membersamai kegiatan suaminya yang dimulai sejak pukul 03.30 pagi agar bekal sarapan bisa dibawanya. Ia bersyukur hidup bersama suami yang juga tak pernah menuntut apapun darinya. Begitu pula orang tua dan mertua yang begitu menyayangi dan mempedulikannya.

**

Di tahun 2018 ini Ibu Jesi berhasil menerbitkan buku antologi: My Little Detective (Rising Star), Love in Conflict (Rising Star), 25 Dongeng Dunia Peri (Wonderland), Tahukah Kamu (Wonderland), Ya Rabb Izinkan Kami Memiliki Buah Hati (eL Hidaca).

Buku yang terakhir adalah buku pinky yang ia tulis berdasarkan kisah based on true story. Saat ini sudah tersedia di Gramedia seluruh Indonesia sebab buku itu terbit mayor di bawah naungan Tinta Medina, sebuah Imprint Tiga Serangkai.

Buku antologi yang sedang dalam proses terbit adalah Hidden Treasure (Rising Star), My Destiny (Rising Star), Cinta Pertama Pada Menulis (Menyulam Aksara), The Stories (Basagita), Anatomi Tubuh (Wonderland Family) dan masih banyak lagi yang lainnya.

Quotes yang ia ciptakan dan menjadikannya terus bergerak menulis diantaranya:
1. Menulis adalah caraku mengungkapkan semua cerita.
2. Setiap detik yang kurasa adalah debaran cinta padamu karena-Nya.
3. Mencintaimu adalah hal biasa yang luar biasa bagiku.
4. Menulis adalah empirisme dalam menjalin mitra dalam loka fantasi, bersahabat dengan pena dan sajak huruf. Intuisi yang berlangsung di ambang kesadaran. Ia berproses dengan seni hati, samar-samar namun jelas maknanya. Suatu aktualisasi diri dalam meninggalkan jejak diri melalui aksara. (Quotes dari temannya di KMO Indonesia)

Semoga dengan menulis akan membuatnya bisa naik pesawat terbang, karena itulah cita-citanya sekarang. Di 31 tahun umurnya, pengalaman masuk bandara pun belum pernah. Ini benar-benar menguatkan identitasnya sebagai manusia pribumi di daerah "Ora Ngapak Ora Kepenak".

Sejak awal tahun 2018 ia juga mendirikan Rumah Clever, rumah belajar untuk anak-anak sekitar. Dari Rumah Clever kemudian muncullah berbagai lini dengan nama serupa untuk berbagai bidang yang dijalankan berserta seluruh anggota keluarga (The Clever Family) yang ia satukan menjadi satu fokus yaitu Clever World dengan tagline "Dunia Penuh Kecerdasan"

Ibu Jesi memberikan semua nama-nama itu karena terinspirasi dari nama Jesi, Cleverona Bintang Aljazira. Anak cerdas dengan wajah yang bersinar.

***

#Autobiografi

Lebih dari #1300kata

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#day43

#CleverStory
Clever Class, Cilacap, 13 Oktober 2018: 08.22
Ibu Jesi.

***

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost

#EstriLookCommunity

#Day1