My Love

06.05 2

My Love
Oleh: Betty Irwanti

Jalanan terasa sepi, pagi ini. Aku memacu kendaraanku dengan lebih cepat. Musik yang kusetel keras-keras membuatku mengangguk-angguk pelan, menikmati setiap hentakan demi hentakan beat dari semua lirik yang tersaji. Lagu ini selalu saja menarik untuk kusimak meski sudah ribuan kali kudengar sejak zaman SMA dulu.

Kulihat ke kiri dan ke kanan, banyak pemandangan yang tersaji dengan sangat indah. Sawah, pepohonan, rumah-rumah dan jalanan dari yang bagus sampai yang penuh kubangan lumpur, tetap bisa kulewati.

Sampailah aku pada suatu pemandangan biasa yang sudah sering kutemui, rumah di ujung areal persawahan. Rumah yang selalu tertutup rapat, terasa kosong, tak ada penghuninya. Pagarnya yang sederhana di sana sini sudah banyak yang berlubang, mungkin saat hujan banyak air yang akan masuk ke dalam. Menyedihkan ya, sepertinya rumah itu tak berpenghuni.

Hatiku juga sudah lama kosong, tak berpenghuni. Terasa ada lubang di sana. Sekian lama aku masih sendiri, menyimpan luka lama. Kemana pergi pun, selalu sendiri. Semua ruang kuisi dengan diriku sendiri, hidup serasa semakin sempit. Entahlah, rasanya sulit sekali membuka pintu lagi.

Sampai saat ini aku masih sering bertanya-tanya bagaimana semua terjadi, mengapa semua terjadi.

Di manakah hari-hari bahagiaku yang dulu? Hari penuh cinta dan kebersamaan. Hari bersama lagu-lagu yang sering kunyanyikan bersama seorang istimewa

Entah mengapa cintaku bertahan, hingga kini. Tapi, aku tak lagi berusaha merengkuh cinta yang tampak begitu jauh. Kubiarkan saja dia menjauh. Waktu jualah yang akan menjawabnya.

Setiap malam dalam sujudku, selalu setia kupanjatkan do'a. Berharap mimpi-mimpiku kan membawaku ke sana. Ke tempat dimana kau berada. Ke tempat di mana langit biru masih juga dalam kuasa bentangan-Nya. Meski entah dimana tempatnya.

Tuhan, izinkan aku untuk bertemu denganmu sekali lagi. Denganmu, cintaku.

Tanpa kusadari pelataran parkir kantor telah terlihat. Kumatikan musik dan segera merapikan diri. Kuposisikan kendaraanku di tempat yang telah disediakan khusus.

Beberapa orang menyapaku saat sudah masuk di lobi, aku membalas dengan anggukan dan senyuman. Meli, mengikutiku dari belakang, masuk ke dalam ruanganku.

"Selamat pagi, Miss!" sapa dia dengan membungkukkan badannya.
"Selamat pagi, Mell," balasku pada Meli, wanita cantik yang sudah dua tahunan menjadi orang kepercayaanku.
"Agenda hari ini kita akan meeting dengan klien, Miss. Sekitar pukul 10.00 pagi. Membicarakan proyek kita di luar pulau." lanjut Meli menerangkan ini dan itu.
"Oke, aku paham. Siapkan saja semua file tambahan yang dibutuhkan dari file yang sudah kukirim via email ya, nanti aku pelajari." Meli menjawab dengan anggukan. "oh, iya. Nanti selesai meeting, aku mau minta tolong juga sama kamu!"
"Minta tolong? Tolong apa, Miss?"

Aku hanya mengangkat bahuku, "Tunggu nanti saja, oke!"
Meli, buru-buru pamit. Aku pun beranjak. Kembali memutar musik dari gawaiku, lagu yang sama seperti yang kudengarkan tadi sepanjang perjalanan. Kusetel suaranya agar tidak sampai terdengar keluar.

Sesekali aku mengikuti lirik demi lirik, yang memang sudah kuhapal. Lagu berjudul My Love dari boyband legendaris asal Irlandia, Westlife.

An empty street
An empty house
A hole inside my heart
I'm all alone
The rooms are getting smaller (smaller)

I wonder how
I wonder why
I wonder where they are
The days we had
The songs we sang together (Oh yeah)

And, oh, my love
I'm holding on forever
Reaching for a love that seems so far

So I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue

To see you once again
My love
Overseas from coast to coast
To find the place I love the most
Where the fields are green
To see you once again
My love

I try to read
I go to work
I'm laughing with my friends
But I can't stop to keep myself from thinking (Oh no)

To hold you in my arms
To promise you, my love
To tell you from my heart
You're all I'm thinking of

I'm reaching for a love that seems so far
So

*

Aku dan Meli sudah berada di dalam gedung terkenal di kota ini. Meli menemani atas permintaan yang kuutarakan begitu selesai meeting dengan klien tadi. Bersyukur dia mengiyakan, biasanya kalau diajak pergi malam Meli punya seribu alasan.

Kami berdua menghadiri acara pernikahan mewah salah satu CEO perusahaan ternama yang mengundangku. Perusahaanku memang berada jauh dari hingar bingar kota, namun sudah tak perlu diragukan lagi pengaruhnya sudah menyebar ke seluruh pelosok negara.

Pasti rasanya akan sepi sekali jika datang ke acara sebesar ini sendiri, makanya kuajak Meli. Dia kan juga masih sendiri, sama sepertiku.

Di depan sana kulihat pengantin sedang tersenyum bahagia dengan sempurna. Menyanyikan lagu berdua, duet. Duh, romantisnya. Aku, kapan ya?

Aku dan Meli sibuk beramah tamah dengan sesama tamu, kemudian menikmati hidangan. Tiba-tiba dari arah podium depan terdengar sebuah suara meminta perhatian. Aku merasa akrab dengan suara itu.

"Selamat malam teman-teman semua. Izinkan saya meminta perhatian sejenak. Saya ingin menyampaikan sesuatu hal untuk seseorang."

Aku reflek berdiri, entahlah. Menyibak beberapa kerumunan, terus maju mencari sumber suara.

"Aku tahu malam ini kamu ada di sini. Bertahun-tahun aku telah meninggalkanmu. Menyeberangi lautan, demi sebuah cita-cita di masa depan,"

"Selama itu aku tak pernah menemukan tempat yang paling kusuka. Di mana ladang menghijau, seperti tempat yang kita sukai dulu, saat setiap hari aku bertemu denganmu."

"Sampai detik ini kamu adalah cintaku. Kucoba membaca dunia. Mencoba menyibukkan diri dengan full konsentrasi bekerja. Mengalihkan sepi dengan bercanda tawa. Memperluas pertemananku. Tapi, entahlah. Aku tak bisa berhenti memikirkanmu."

"Setiap saat aku berdo'a. Semoga suatu saat bisa berjumpa kembali denganmu. Untuk mendekapmu. Untuk berjanji padamu, bahwa kamulah cintaku."

Suara itu terhenti, saat aku tepat berada di dekat podium asal sumber suara itu. Aku menatap laki-laki di depanku, memastikan semua pandangan di depan bukanlah fatamorgana.

"Sungguh ini benar, sayangku. Aku mengatakan ini semua padamu dari hatiku. Engkaulah yang selalu kupikirkan."

Laki-laki itu turun dari podium kemudian menghampiriku.
"Akan kurengkuh cintaku sampai akhir nanti, takkan kubiarkan yang tampak dekat terlihat jauh lagi."

Seisi gedung bergemuruh, penuh suara tepuk tangan. Aku tersipu. Tanganku sudah digenggap sebegitu eratnya oleh laki-laki itu.

**

#SongLit
#MyLove
#KelasFiksiODOP6

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#November2018
#Day14

#979kata

@RumahClever, Cilacap, 14 November 2018: 06.00.
Ibu Jesi.

Mbah Uti Meriang

10.09 7

Mbah Uti Meriang
Oleh Betty Irwanti

"Mbah Uti, nanti Jesi si gimana kalau Mbah lagi meriang begitu?" tanyaku di sela sarapan pagi.
"Ya, gak papa. Sama Mbah aja. Mana mau Jesi sama yang lain,"
Aku tetap melanjutkan makan, meski sebenarnya dalam hati sungguh tak tenang.

Kupercepat gerakan persiapan untuk berangkat ke sekolah. Mumpung Jesi sedang di bawa jalan pagi sama Mbah Kakung. Sepanjang perjalanan aku masih saja teringat Mbah Uti. Beliau sedang meriang, tidak enak badan. Batuk, sakit kepala dan sepanjang hari kemarin tiduran terus. Apakah kuat menjaga Jesi yang super aktif dan sedang senang-senangnya naik turun jendela di dekat tempat tidur?

Mbah Uti meriang, mungkin tertular Jesi. Jesi juga sebenarnya sedang meriang, sama seperti mbah utinya. Jesi tertular ayah dan ibunya. Serumah sedang meriang semua. Bisa jadi pengaruh cuaca, pergantian pancaroba.

Aku masih batuk-batuk, tenggorokanku juga masih gatal, meski begitu sudah tidak sakit kepala lagi. Ahamdulillah sudah mendingan.

Pikiran melayang-layang. Membayangkan ini dan itu sambil terus mengayunkan langkah kaki. Tak terasa sudah sampai di tempat tujuan.

Fokusku sudah harus berubah. Hanya kepada Allah-lah aku berpasrah.

*

Kulangkahkan kaki dengan tergesa, berharap dalam lima menit saja sampai rumah.

Dari kejauhan kulihat Jesi, Kakak Fatih dan Mbah Uti bersantai di teras rumah.

"Jes, Jes. Itu Ibu pulang Jess!" Kakak bersemangat menyambutku.
"Ibuu, Ibuu..." Jesi memanggil-manggil namaku.
Mbah Uti langsung menggendong cucu pertamanya dengan sigap, "Cuci tangan dulu, cuci kaki dan bersih-bersih!"
Aku menurut, membuka kran air di dekat tempat sandal lalu melakukan apa yang diinstruksikan Mbah Uti.

"Ibu... Ibu..." Jesi menangis. Aku jadi gugup.
"Iya, iya sayang. Ini Ibu."

Mbah Uti batuk-batuk saat mengulurkan Jesi, aku menggendongnya segera.

"Sudah minum obat belum, Mbah?"
Beliau hanya mengagguk. Aku tak begitu memperhatikan kemudian. Bersegera menuju kamar, untuk menidurkannya.

Kulihat samar-samar, Mbah Uti langsung menuju kamar juga, merebahkan badan dan memejamkan mata.

Semoga selalu sehat ya, Mbah Uti.

Mbah Uti My Hero.

**

#DomesticDrama
#MbahUtiMyHero
#KelasFiksiODOP6

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#November2018
#Day13

#316kata

Jangan Khawatir Saat Kamu Harus Satu Kantor dengan sang Mantan. Lakukan Saja 7 Hal Ini untuk Mengendalikan Hatimu!

09.49 12

Jangan Khawatir Saat Kamu Harus Satu Kantor dengan sang Mantan, Lakukan Saja 7 Hal Ini untuk Mengendalikan Hatimu!

Oleh: Betty Irwanti

Bumi ini selalu berputar. Sama dengan putaran waktu yang terus berputar hingga akhir nanti. Waktu yang lampau telah terlewati dan biasa disebut sebagai masa lalu. Masa yang kita jalani saat ini dijuluki sebagai masa kini. Dan masa yang akan dijalani kemudian disebut dengan masa depan.

Orang-orang yang kamu temui di masa lalu, bisa jadi hingga saat ini masih sering kamu jumpai. Mereka adalah orang-orang yang paling tidak memang dekat denganmu. Meski mereka jauh namun perasaan selalu dekat di hati.

Nah, ketika saat ini kamu sudah mempunyai pasangan namun takdir mempertemukanmu dengan orang yang pernah dekat di masa lalu. Kamu pernah menjalin hubungan dengannya kemudian kandas dan membuatnya menjadi salah satu dari mantan pacarmu. Tentu perasaan gugup, nervous dan terkejut menghampiri.

Apalagi jika kamu berada dalam satu bidang pekerjaan dengan sang mantan kemudian ada desas-desus santer terdengar bahwa dia akan dipindahkan ke bagian yang setiap hari harus bertemu denganmu. Apa yang sebaiknya kamu lakukan mulai dari sekarang?

7 hal ini dapat membuat hatimu stabil meski dirimu harus bertemu sang mantan setiap hari. Simak ulasannya berikut ini:

1. Luruskan niat

'Innamal a'malu binniat" segala amalan itu bergantung kepada niat. Bertemu dengan siapapun jika niat kamu sudah lurus, untuk bekerja, untuk menjemput rezeki-Nya, niscaya hati tidak mudah berubah menjadi gelisah hanya karena berada satu kantor dengan sang mantan. Apapun yang kamu lakukan seharusnya niatkan semata-mata karena Allah

2. Terbuka dengan pasangan

Bukalah komunikasi yang terbuka dengan pasangan. Jelaskan saja siapa dia jika diperlukan. Ini akan memudahkan setidaknya ketika nantinya kamu harus bekerja lembur. Jadi, tidak perlu menyembunyikan siapa sang mantan itu sebenarnya apalagi sampai harus berbohong. Dosalah ujung-ujungnya kemudian.

3. Bersikap biasa

Bersikap biasa terhadap sang mantan, bukanlah hal mudah yang bisa dilakukan. Apalagi jika sang mantan di masa lalu adalah orang sangat istimewa. Tapi, inilah yang seharusnya dilakukan. Jangan sampai terlihat bersikap berlebihan kemudian merugikan karir pekerjaanmu sendiri. Atau jika kamu menolak bekerjasama dengannya karena pernah sakit hati dan terluka misalnya. Meski hati teriris, sakit, dan perih tetap saja kamu wajib berkata baik dan sopan kepada sang mantan tersebut. Mungkin saja memang dahulu dia sedang khilaf dan kamu harus menjadi manusia yang bisa memaafkan kesalahan orang lain.

4. Jangan menghindar

Bukan sikap yang bijaksana jika saat bertemu dengannya kamu menghindar. Menghindar adalah cara yang buruk, kamu tidak boleh menyikapinya dengan hal ini. Tatalah hatimu, hadapi dia dengan wajah yang tegak dan emosi yang stabil. Jangan membuat dia GR (Gede Rasa) dengan sikapmu yang belum move on. Jangan memancing perasaan-perasaan yang akan membuka kembali hubungan yang memang sudah selesai. Ini hanya akan menimbulkan masalah baru. Masalahmu dengan pekerjaan dan masalahmu dengan pasangan. Sangat rugi bukan?

5. Ingat selalu kejelekannya

Salah satu resep paling ampuh agar kita bisa bersikap biasa di depan sang mantan adalah dengan selalu mengingat kejelekannya. Tidak perlu lagi mengingat segala kebaikannya. Ini bukan berarti kamu memupuk rasa benci kepada sesama manusia tapi resep ini cukup ampuh agar kita tidak kembali pada perangkap yang bernama CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali).

6. Hindari berdua-duaan

Dalam Islam ada larangan untuk berdua-duaan karena yang ketiganya adalah syaitan. Usahakan untuk tidak mengobrol hanya berdua, tidak membonceng motornya, tidak menghubunginya lewat chat untuk membicarakan hal pribadi. Tidak apa-apa jika obrolannya disaksikan teman atau berada di group bersama teman kerja yang lain. Tetap tutup segala kemungkinan yang bisa saja terbuka jika kamu bersikap longgar. Syaitan bisa kapan saja datang menggoda lewat berbagai cara.

7. Perbanyak ibadah dan do'a

Kunci agar kamu terhindar dari godaan syaitan karena berada di satu kantor bersama mantan adalah perbanyaklah ibadah dan do'amu setiap saat. Kembalikan semua urusan hanya kepada Allah. Karena atas izin-Nya lah kamu menjadi bertemu dengan sang mantan. Jangan berprasangka buruk terhadap Allah, karena siapa tahu ada hikmah yang tersembunyi di balik semua kejadian.

Itulah ketujuh hal yang bisa kamu terapkan ketika kamu harus bersiap saat sang mantan itu benar-benar satu kantor denganmu kemudian. Kendalikan hati dan perasaanmu, jangan buat kamu terkurung dalam lingkaran bernama ketidaknyamanan dalam bekerja gegara sang mantan.

Sadarilah dengan kelapangan hati bahwa masa berasama sang mantan sudah hilang bersama kenangan. Tidak ada lagi yang perlu dikenang. Saatnya move on dan bekerjasama dengannya demi kemajuan kerja dan kantor di masa depan.

Tetap selalu waspada ya, jangan membiarkan kekhawatiran menguasaimu. Selama kamu lakukan 7 hal tersebut kamu akan lebih mudah mengendalikan hatimu yang kalut. Keep calm and carry on, ya, Dears.

*

Tulisan ini untuk melengkapi tugas #001 kelas Blog dari Kang Asep. (KMO Indonesia)

#Artikel
#Life
#752kata
#OneDayOnePost
#November2018
#Day12

@CleverClass, 12 November 2018, 09.25.
Ibu Jesi.

Persiapan POR PGRI Cabang Bantarsari

14.08 2

Tim Inti Voli PGRI Ranting Binangun Melakukan Latihan Rutin. Apa Saja yang Mereka Pelajari Selama Satu Bulan Belakangan?

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional tahun 2018 ini, PGRI Cabang Bantarsari mengadakan serangkaian kegiatan diantaranya POR PGRI. Kegiatan Pekan Olah Raga tersebut dilaksanakan di Ranting Kedungwadas yang dipusatkan di SDN Cikedondong 02 dan SMP Satu Atap Bantarsari. Waktu, 10 November 2018. Cabang lomba voli putera dan voli puteri.

Dalam rangka mempersiapkan kegiatan POR PGRI cabang, PGRI Ranting Binangun mewajibkan semua anggotanya untuk hadir latihan bersama pada hari Selasa dan Sabtu.

Latihan bersama yang sudah terlaksana sekitar satu bulan ini tujuannya adalah untuk mempelajari kembali teknik bermain voli secara benar dan harus menguasainya demi bisa mengalahkan juara bertahan.

Teknik bermain voli yang dipelajari ketika latihan rutin itu antara lain Block, Service, Smash atau Spike dan Passing, dimana semua teknik ini harus dikuasai oleh semua pemain bola voli. Yang nantinya akan ada yang lebih ditonjolkan sesuai posisi pemain, semisal sebagai toser kalian harus mahir dalam memberi umpan atau passing kepada pemain yang akan melakukan smash.

Teknik dasar service adalah pukulan yang dilakukan dari daerah garis belakang lapangan permainan hingga melambung keatas net dan mendarat di dalam daerah lawan. Teknik Service dilakukan saat awal permainan, saat terjadi penambahan point dan terjadi pelanggaran.

Teknik Service memiliki 4 macam yaitu Service Bawah, Service mengapung atau Floating overhand, Overhand round-house service, dan Jumping service.

Teknik dasar gerakan passing atau juga bisa disebut reception adalah teknik yang bertujuan untuk menerima,menahan dan mengendalikan bola service dari pemain lawan teknik passing di bagi menjadi dua macam yaitu passing atas dan passing bawah.

Teknik Blocking adalah satu satunya teknik yang pilih-pilih pemain. Karena teknik blocking hanya digunakan untuk menahan dan mencegah serangan dari lawan seperti smash.

Teknik smash atau spike adalah gerakan melompat dan memukul bola voli dengan derajat kemiringan terkecil dan kekuatan terbesar kearah daerah lawan.

Teknik-teknik itu dipelajari dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Menurut sekretaris PGRI Ranting Binangun, latihan sudah dimulai sejak pertengahan bulan Oktober ini.  Latihan bersama yang sudah terlaksana sekitar satu bulan ini tujuannya adalah untuk mempelajari kembali teknik bermain voli secara benar. Namun, kekuatan tim mulai berkurang. Yang menjadi penyebabnya adalah beberapa orang anggota PGRI yang masuk dalam tim inti memasuki masa pensiun pada tahun ini.

Hal ini tidak menyurutkan semangat tim inti, karena sejauh ini masih bisa bertahan dalam formasi meski mau tidak mau harus merubah strategi.

Kapten tim yang ditemui hari Jumat ini mengatakan, "Kami tetap optimis bisa bertahan sampai babak final. Ada dua orang anggota tim, yang biasanya masuk tim voli cabang. Mereka adalah kunci utama kesuksesan tim. Ada juga beberapa anggota tim yang masih muda dan memiliki potensi yang luar biasa. Meski anggota tim voli puteri kami sedang mengalami defisit pemain karena beberapa anggota ada yang pensiun bersamaan tahun ini."

Hidup Guru!
Hidup PGRI!
Hidup PGRI Ranting Binangun!
Hidup Indonesia!

*

#OneDayOnePost
#November2018
#Day9

#CleverNews
Rumah Clever, Cilacap, 9 November 2018: 13.31.
Ibu Jesi.

**

Sumber referensi: https://www.google.co.id/amp/s/gurupenjaskes.com/teknik-dasar-bola-voli/amp

Hujan di Stasiun

04.41 33

Hujan di Stasiun
Oleh Betty Irwanti

Bella duduk di salah satu bangku ruang tunggu stasiun. Lama ia memandangi hujan yang baru saja turun. Awalnya hanya rintik, namun perlahan tapi pasti menjadi semakin deras, membuat lantai stasiun basah kuyup tersiram hujan.

Sepanjang perjalanan tadi memang suasana sudah gelap. Dugaan sebentar lagi hujan, ternyata benar.

Bella mengalihkan pandangan ke lelaki yang duduk di sebelahnya. Ia menyunggingkan senyuman termanis. Lelaki itu membalas dengan senyuman pula, lalu kembali menekuri gawai yang sejak tadi dipegangnya.

Bella kembali menatap hujan yang turun pagi ini, deras sekali. Seolah-olah kemarau yang hampir tujuh bulan mengiringi, hilang begitu saja. Seolah-olah hujan ini menghapus kekeringan yang hampir-hampir sudah terjadi.

Seperti itulah kehidupan, kadang kemarau bisa saja menyapa. Namun, kedatangan hujan adalah keniscayaan. Hujanlah peredam semua kekeringan.

*

5 bulan yang lalu,

Bella menggelar pesta pernikahan sederhana. Ia menikah dengan Brian, lelaki yang dikenal lewat seorang teman.

Hanya butuh beberapa bulan saja sejak ia berkenalan, hingga memutuskan untuk hidup bersama kemudian. Meski begitu, setelah menikah ia masih harus rela menjalin LDR-an. Bella di kota kelahiran, Brian di ibukota negara. Sungguh, jarak benar-benar telah memisahkan.

Penyesuaian demi penyesuaian dilakukan. Bella yang terbiasa hidup sendiri dan mandiri, harus rela untuk belajar memperhatikan Brian, yang sekarang sudah resmi menjadi suaminya. Ia ingin menjadi seorang istri yang berbakti, bukan istri yang bertindak seenak hati. Perhatian terus ditunjukkannya meski sementara ini hanya dilakukan lewat media gawai.

Hubungan terpisah jarak kadang menimbulkan banyak riak. Komunikasinya dengan Brian akhir-akhir ini memang sedikit kacau. Apalagi kalau bukan sebab Long Distance Relationship. Disadari atau tidak solusinya hanya satu, saling mendekat.

Sesungguhnya, dalam hati Bella resah dan gelisah. Ia bingung ketika diberi pilihan oleh Brian, apakah akan tetap bertahan dalam cinta antar dua kota atau salah satu harus mau Resign dari pekerjaan.

Lama sekali ia harus mengingat dan menimbang. Sampai akhirnya ia mantap pada satu pilihan.

"Yang, aku ingin bicara hal penting. Adakah waktu untukku?" Bella mengetik pesan itu di WA kemudian dia kirimkan ke suaminya. Ia biasa memakai sapaan, "Sayang" atau disingkat "Yang" pada Brian.

Beberapa menit menunggu, Bella mendapatkan jawaban.
"Iya, Yang. Nanti malam aku telepon ya. Jangan sekarang. Aku masih sibuk,"

"Baiklah, Yang. Aku tunggu, ya!"

**

4 bulan yang lalu,

"Yang, jemput aku di stasiun ya! Malam ini aku pulang," Bella membaca pesan itu sejak siang.

Ia lalu membersihkan rumah dan menyiapkan makanan untuk suami tercintanya. Tak sia-sia usaha Bella belajar masak demi sang pujaan. Ia harus memberi kejutan untuk Brian. Begitu niatnya dalam hati.

Bella berdandan rapi sore ini. Berulangkali ia memandangi cermin untuk meneliti penampilannya, dari ujung kepala sampai ujung kaki. Setelah dirasa sudah maksimal, ia ambil kunci motornya lalu menyalakan kendaraannya.

Sepanjang perjalanan, Bella merenungi satu hal. Tak terasa sudah lebih dari sebulan ia mengarungi bahtera rumah tangga dengan Brian. Meski sering salah paham, tapi sejauh ini hubungan tetap berjalan harmonis.

Ia sudah berusaha untuk keluar dari kerja yang sekarang. Tapi karena posisinya belum ada pengganti yang mumpuni, sementara ia harus bertahan demi kualitas perusahaan.

"Ah, lagi-lagi niat baik harus menemui rintangan. Aku ingin berbakti pada suamiku dengan menuruti apa maunya. Aku ingin jadi istri yang tinggal satu atap dengannya, bukan berjauhan seperti sekarang ini,"

Bella menggumam sembari tetap berkonsentrasi pada kendaraan dan jalan. Sampai di stasiun, rupanya kereta yang ditumpangi Brian belum datang.

Bella pun menunggu di ruang tunggu stasiun.

***

4 bulan telah berlalu sejak kepulangan Brian waktu itu. Tuhan mulai menunjukkan jalan atas niat baik Bella. Perusahaan telah berhasil merekrut pegawai baru. Hanya saja, masih harus didampingi oleh Bella dalam menyelesaikan segala tugasnya. Bella pun bersemangat.

Semangat seorang istri yang akan segera bertemu dan berkumpul satu atap dengan suaminya. Adakah perasaan yang sebegitu membahagiakan selain ini?

Bella mengabari suaminya. Akhir pekan, ia sudah bulat akan mengikuti suami tercintanya. Ia sudah ikhlas untuk pindah ke ibukota negara.

Bella pun bersiap. Ia kemas semua barang yang perlu dibawa. Weekend ini ia sudah harus naik kereta api menuju Jakarta. Brian akan menjemputnya di stasiun Jatinegara.

Rasanya menjadi adil. Biasanya ia yang menjemput dan menunggu suaminya di stasiun, kali ini Brian yang akan melakukan untuk Bella.

****

Stasiun Jatinegara, pagi ini.

Bella masih duduk di bangku stasiun. Lelaki dengan senyuman manis itu juga masih duduk di sebelahnya.

"Yang, kita menunggu hujan reda ya?"
Bella mengangguk. Lelaki itu melanjutkan perkataan, "tadi aku gugup soalnya, mantel di meja jadi lupa kubawa,"

"Iya, gak papa kok!" jawab Bella mendekat.

Brian berdiri menghampiri istrinya, "Kita sarapan pagi dulu aja yuk! Sini, biar aku yang bawa barang bawaanmu. Kamu pasti capek kan semalaman tidak tidur?"

Bella menurut, bangkit berdiri lalu menggandeng tangan Brian. Ia sudah bertekad untuk mengikuti langkah kaki suaminya kemanapun dia pergi.

*****

Tantangan ke-1: Membuat Cerpen Berlatar Stasiun Kereta Api untuk Kelas Fiksi ODOP6

Dibuat di Rumah Clever, 8 November 2018, 04.37.
Oleh Ibu Jesi.

#OneDayOnePost
#November
#Day8

Mom Preneur

11.49 0
Mom Preneur
The Untold Story



Di balik kegigihan, keberhasilan dan wajah berseri seorang Mom Preneur, banyak cerita yang menghias perjalanannya. Tentang hal-hal yang mendasari pilihan menjadi Mom Preneur, perjalanan bisnis, tantangan dan hambatan yang dihadapi, rahasia keberhasilan serta seninya mengatur keluarga sebagai tugas utamanya.

Cerita sebelumnya berada di balik tabir perjalanan penulisnya, kini tertuang dalam sebuah karya. Semangat, inspiratif juga haru biru dari peran lain seorang wanita.

*


Yang terberat dalam berubah adalah mendobrak mental blok diri sendiri.
Merasa tak bisa, tak siap, malu, 'under estimate' diri sendiri, merasa gak pantas "siapa gue?" hingga mengantarkan kita pada posisi remahan rengginang di kaleng Khong Guan.

Tetapkan misi hidup, satu persatu jalan kan terbuka. Sekecil apapun perannya, jalani dengan sebaik mungkin.

Jadilah seorang emak ini mengambil tantangan menjadi salah satu penulis NBB (Nulis Buku Bareng) dari Pejuang Literasi.

Dari merenungkan ide, menulis naskah dan mengedit hingga menjadi naskah. Menggeser sedikit kesibukan demi kesibukan. Mengakali jam kerja dengan menambah waktu ekstra saat malam ketika sudah di rumah. Mengejar deadline naskah di tengah riuhnya tugas domestik.

Kini, terlahir sebuah buku, "Mompreneur, The Untold Story".
Alhamdulillah, terimakasih yaa Allah atas jalan ini.

Puji syukur juga dipertemukan dengan orang-orang hebat lagi baik hati.
Tulisan wanita-wanita keren di dalamnya pun membuat saya berani bermimpi.
Nantikan kehadirannya

**

Dalam buku ini saya menulis kisah Clever Shop yang beberapa waktu yang lalu pernah saya posting di blog ini.
Buku ini adalah antologi ke-8 saya bersama komunitas Pejuang Literasi.  Hasil NBB bareng 21 perempuan penulis.
Terbit di bawah naungan Wonderland Publisher dan saat ini masih dalam masa PO. Harga PO 59K saja. Masa PO sampai 15 November 2018.
Untuk pemesanan dan pembelian bisa hubungi saya di nomor WA 082285823300.

***

Clever Class, 7 November 2018, 11.37
Ibu Jesi.
#OneDayOnePost
#November
#Day7

****

Sumber tulisan dari Blurb buku dan postingan PJ Ratna
Mohon izin

Kelas Setelah Kelululusan

09.04 4

Kelas Fiksi dan Non Fiksi ODOP6

Setelah prosesi kelulusan, para peserta ODOP 6 diharuskan menentukan pilihannya sendiri untuk masuk kelas fiksi atau non fiksi.

Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya kelas resmi terbagi menjadi dua dengan perbandingan 10:9. Dengan perincian 30 peserta masuk kelas fiksi dan 27 orang masuk kelas non fiksi.

Kelas mulai aktif di WA grup yang baru sejak Senin, 5 November 2018.

Berikut daftar nama peserta ODOP 6 yang masuk kelas fiksi dan non fiksi:

📝Kelas Fiksi

1. Nurul Hidayah
2. Zyl Furqani
3. Lisa Pingge
4. Abdul Fatah
5. Rindang Yuliani
6. Yuliani
7. Silvana
8. Dee
9. Winarto Sabdo
10. Nining Purwanti
11. Idub San
12. Arina Zaida Ilma
13. Lia Anelia N
14. Uthie
15. Isni Ngalifah
16. Betty Irwanti
17. Amieopee
18. Dwi Septia Rina
19. Mutia Rachmat
20. Naila Zulfa
21. Ayu Sulistiyaning U
22. Kartika
23. Masniah
24. Nafida Nurhidayati
25. Titi Keke
26. Astika Rosita Afriliana
27. Laurensia Klarisa
28. Fathin
29. Pebri Ika
30. Ali

📝Kelas Non Fiksi

1. Esy Rahma
2. Ika Yudaningrum
3. Siti Mardhiyah
4. Agus Khairi
5. Ulfi
6. Wuri Setiasih
7. Nimas Achsani
8. Rohmah Park
9. Endah Susilawati
10. Muhammad Hafizh Aziztian
11. Ludyah Annisah
12. Cinantya
13. Hardiani Rahmania
14. Lulu mardhiyah
15. Listkanisa R. Mega
16. Yolanda Triana Putri
17. Istantina
18. Ezza Echa Tania
19. Danang Saputra
20. Risma Ariesta
21. Evita FL
22. Erlissa Florencia
23. Desty putri h
24. Yeti Nuryeti
25. Nentyfebia R. A. H.
26. Mardiah Annur
27. Farah Fatihah

Peserta menentukan pilihan sesuai bakat dan minatnya. Peserta hanya diperbolehkan memilih satu kelas saja. Dan  tidak bisa pindah begitu kelas sudah mulai.

Saya sendiri memilih masuk kelas fiksi dengan alasan karena dunia nyata bagiku sudah sangat non fiksi. Harapan saya masuk di kelas fiksi adalah semoga bisa belajar bersama teman semua tentang sebenar-benarnya fiksi dan membuat karya fiksi yang menginspirasi.

Lalu, apakah alasan para peserta semua masuk kelas fiksi atau non fiksi?

Boleh jawab ya di kolom komentar!

Saya tunggu,

Terima kasih.

*

Clever Class, Cilacap, 6 November 2018, 08.56.
#November
#Day6

Untukmu yang Kelak Bertahta di Hatiku

08.46 17

Untukmu yang Kelak Bertahta di Hatiku
Oleh Betty Irwanti

Bismillahirrohmaanirrohiim
Wahai calon imamku

Tidak kudambakan
Seorang pendamping hidup yang sempurna
Cukuplah, seorang pendamping hidup
Yang mampu membimbing dan mendidikku

Tidak kudambakan yang kaya raya
Cukuplah, punya tempat berteduh yang layak dan nyaman
Agar kita bisa membina maghligai kasih bersama
Membangun harapan dengan cinta suci kita

Tidak kudambakan pendamping yang gagah
Cukuplah, yang mempunyai hati bersih dalam menyayangi

Terima kasih
Telah menerimaku apa adanya
Niat baik yang diikuti niat baik pula
Akan bertemu jalan yang baik

Jalan yang dimudahkan oleh Allah SWT

We come to love because of Allah

*

Sumber: Undangan Pernikahan Betty Irwanti dan Joko Septiono, per tanggal 20 Agustus 2013.

**

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#November2018
#Day5

***

Tantangan ODOP Batch 6

18.55 3

57 Peserta ODOP Batch 6 Telah Resmi Diwisuda, Apa saja yang harus mereka lalui selama dua bulan penuh?

One Day One Post Batch 6 telah berlalu. Di masa-masa awal peserta ODOP Batch 6 mencapai 139 orang. Seiring berjalannya minggu, peserta mulai berkurang.

Peserta mulai keluar atau dikeluarkan dari grup karena tidak bisa memenuhi tugas satu hari satu postingan di blog pribadi yang dimiliki. Postingang itu kemudian disalin linknya ke grup WA yang telah disediakan. Di sinilah para peserta mulai berhadapan dengan perjuangan mempertahankan konsistensi menulis.

Tidak hanya itu saja, ada juga tantangan yang hadir setiap minggunya dengan ketentuan yang berbeda-beda. Jika peserta tetap tidak bisa menyelesaikan dan masih juga mempunyai hutang postingan, di hari Senin mereka harus siap dengan segala konsekuensinya. Monday is eksekusi day.

Agar terbebas dari bayang-bayang membayar hutang postingan para peserta tentu saja harus berusaha sekuat tenaga meski harus jumpalitan. Dan jangan lupa juga selesaikan tantangan yang ditugaskan sesuai dengan apa yang sudah diinstruksikan. Maka, lengkaplah sudah segala kriteria dan poin yang wajib agar para peserta bisa wisuda kemudian.

Berikut ini adalah tantangan demi tantangan per minggu di ODOP 6:

🌸Tantangan minggu ke-1
(8 September 2018 - 15 September 2018)

Menulis dengan 3 kata kunci, yaitu 🐛 Ulat, ✉ Amplop, dan📱 Gawai. Boleh ditulis dalam bentuk cerpen, puisi, artikel, opini, review atau prosa. Minimal 300 kata (kecuali Puisi, boleh bebas).

🌷Tantangan minggu ke-2
(17 September 2018 - 23 September 2018)

Fiksi: Membuat dua cerita dengan konflik yang sama tapi menggunakan latar yang berbeda. Masing masing cerita 1-3 paragraf.

Non Fiksi: Menulis dua tulisan dengan memilih dua diantara 3 jenis tulisan: artikel/opini/esai.

Hanya satu wajib mengerjakan satu tantangan saja, kalau sudah membuat tantangan fiksi, berarti tidak perlu membuat yang tantangan nonfiksi lagi.

🍀Tantangan minggu ke-3
(24 September 2018 - 30 September 2018)

Fiksi: Membuat cerpen dengan POV 1

Non Fiksi: Menulis review lokasi. Boleh tempat wisata, situs bersejarah, atau heritage yang pernah dikunjungi.

Hanya satu wajib mengerjakan satu tantangan saja, kalau sudah membuat tantangan fiksi, berarti tidak perlu membuat yang tantangan nonfiksi lagi.

🌹Tantangan minggu ke-4
(1 Oktober 2018 - 7 Oktober 2018)

Fiksi: Menulis cerita dengan dialog yang hidup dan penulisan kalimat langsung yang benar.

Non Fiksi: Membuat feature dengan tema bebas.

Hanya wajib mengerjakan satu tantangan saja, kalau sudah membuat tantangan fiksi, berarti tidak perlu membuat yang tantangan non-fiksi lagi.

🌻Tantangan minggu ke-5
(8 Oktober 2018 - 15 Oktober 2018)

Fiksi: Membuat cerita fiksi komedi. Tidak dibatasi jumlah katanya.

Non Fiksi: Membuat biografi dari tokoh yang diidolakan.

🌺Tantangan minggu ke-6
(15 Oktober 2018 - 21 Oktober 2018)

Fiksi: Menulis cerita dengan tokoh yang bukan manusia. Bisa hewan, alat kebersihan, alat dapur, atau yang lainnya. Bebas.

Non Fiksi: Menulis berita yang didukung hasil wawancara.

Ingat ya hanya wajib mengerjakan satu tantangan saja, kalau sudah membuat tantangan fiksi, berarti tidak perlu membuat yang tantangan non-fiksi lagi.

🍁Tantangan minggu ke-7
(22 Oktober 2018 - 29 Oktober 2018)

Fiksi: Menulis puisi

Non fiksi: Ikut lomba menulis di blog. Silakan cari informasi sebanyak-banyaknya.

Khusus pekan ini, semua peserta WAJIB mengerjakan kedua tantangan tersebut.

🍃Tantangan minggu ke-8
TANTANGAN TERAKHIR (SPESIAL)
(29 - 30 Oktober 2018)

Buatlah surat cinta lewat tulisan blogmu. Isi surat itu adalah sebagai penilaian kalian terhadap kinerja para PJ ODOP BATCH 6.

Bagi yang masih punya utang tulisan, harus dilunasi juga. Dengan batas waktu untuk membayar utang posting tulisan dan surat untuk PJ adalah hari Selasa, 30 Oktober 2018 pukul 13.00.

Itulah tantangan demi tantangan yang harus diselesaikan oleh para peserta One Day One Post Batch 6. Sampai pada tahap ini, bertahanlah 64 peserta saja. Dalam prosentase berarti ada sekitar 46% peserta yang bisa bertahan hingga akhir.

Sekali lagi, Selamat kepada para peserta ODOP Batch 6 yang lulus. Perjuangan yang sebenarnya baru saja akan dimulai. Untuk yang belum lulus, bersiaplah untuk mengikuti batch selanjutnya.

Teruslah menulis dengan semangat, karena semangat akan membuat kita selalu sempat meski kegiatan selalu padat merapat.

Selamat untuk kita semua, semoga kita selalu sehat dan bahagia.

*

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#November2018
#Day4

**

Rahasia Tuhan

12.48 0

Bismillah
Alhamdulillah
La khaula wala quwwata illa billah

Puji syukur kami panjatkan senantiasa kehadirat illahi Rabbi yang telah melimpahkan segala nikmat-Nya sehingga sampai detik ini sehat wal'afiat senantiasa setia menyertai.

Salawat dan salam selalu kita sanjungkan kepada Nabi Agung Muhammad, SAW. Semoga kita mendapatkan syafa'atnya kelak. Aamiin aamiin 🙏

Betapa kami tidak bahagia, hari ini salah satu saudara sepupu kami melangsungkan prosesi akad nikahnya dengan lelaki pilihannya. Kebahagiaan semakin bertambah saat keluarga besar berkumpul untuk menjadi saksi atas semua yang terjadi.

Ada yang dari Jakarta, Yogyakarta, Cilacap dan sekitarnya. Tentu ini membuat kami sibuk melayani, karena mereka tetaplah tamu meski termasuk keluarga inti.

Kebahagiaan ini rupanya hanya milik kami, karena Allah SWT menakdirkan yang sebaliknya untuk tetangga sebelah utara rumah kami. Innalillahi wainnaa ilaihi rooji'un. Ada kabar duka menyerta, saudara kami juga ada yang meninggal dunia tadi pagi di rumah sakit dan masih dalam proses pemakaman.

Kami benar-benar berbela sungkawa atas keadaan ini, namun agenda yang sudah ditetapkan harus terus berjalan. Ijab qabul harus tetap diucapkan. Kami tetap menghormati tetangga dan saudara kami dengan tidak menyalakan pengeras suara sampai jenazah selesai dikebumikan. 

Sungguh, ini rahasia Tuhan. Seperti halnya, jodoh, lahir dan mati itu sudah digariskan. Semua getap menjadi rahasia-Nya, dan rahasia kita sekalian.

Kadang, Tuhan menuliskan kisah agar hidup tetap seimbang. Seperti hari ini, saat ada yang menikah, di waktu yang sama juga ada yang meninggal. Seperti waktu itu, buyutnya lahir, berselang hari kakeknya meninggal.

Seperti ketika kami sendiri juga pernah mengalami, saat anak sakit dan harus diopname di rumah sakit, saudara ada yang menikah juga.

Entahlah, kami selalu percaya bahwa ketika kita sedang bahagia. Entah di dunia belahan mana, ada yang dalam keadaan sebaliknya. Pun ketika kita sedang berduka, di dunia manakah makhluk Tuhan berada pasti ada yang sedang bahagia.

Bahagia, duka. Ceria, sedih. Itu sudah ada suratannya. Jadikan ianya sebagai sarana kita untuk selalu bersyukur atas segala yang ada. Dan senantiasa membuat kita sadar bahwa, nikmat Allah itu teramat besar.

Ianya juga adalah nikmat dari Tuhan.

Yang menikah semoga sakinah, mawadah dan warohmah serta barakah.

Yang dipanggil Tuhan, semoga khusnul khotimah.

Aamiin 🙏

Maka, bersiaplah atas segala keadaan. Jadikan ketakwaan kita sebagai senjata ampuh agar semua duka bisa dipatahkan dengan kekuatan-Nya.

Maka, nikmat Tuhan mana lagi yang sanggup kamu dustakan?

*


"Gusti Allah paring pitedah, bisa lewat bungah uga lewat susah" dari novel Canting, karya Fissilmi Hamida "


**

Rumah Clever, Cilacap, 3 November 2018,12.40.
Ibu Jesi.

***

Selamat Sibuk
Selamat Rewang
Selamat Weekend

****

Postingan ini disertakan dalam event One Day One Post Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#November2018
#Day3

Wisuda ODOP Batch 6

09.08 0

41% Peserta ODOP Batch 6 Lulus. Siapa sajakah mereka?

One Day One Post Batch 6 adalah event dimana satu hari harus posting satu tulisan di blog setiap peserta. Event ini diselenggarakan dalam waktu dua bulan penuh sejak akhir bulan Agustus 2018. Dimulai pada tanggal 27 Agustus 2018 sampai dengan 28 Oktober 2018. Meski begitu, tetap ada tantangan akhir yang spesial pada tanggal 29-30 Oktober 2018.

Di masa-masa awal peserta ODOP Batch 6 mencapai 139 orang. Dengan perincian sebagai berikut:

🌴Pulau Bungin
PJ: Lutfi, Setya Romana, Sovia

1. Abdul Fatah
2. Ahmad Dairobi
3. Anisa Mumtaz
4. Arina Zaida Ilma
5. Ayu Sulistyaning Utami
6. Danang Saputra
7. Dea Reza Aditya
8. Dian Nur Khasanah
9. Dwi Novitasari
10. Erlisa Florencia
11. Ezza Tania
12. Fathin Faridah
13. Fithrotul Auladiyah
14. Ike Yuliatuti
15. Istantina
16. Joko Yugiyanto
17. Latifah Desti L
18. Listkanisa R. Mega
19. M Ivan Aulia R
20. Mira Nurdianti
21. Hafizh Aziztian
22. Muthi’atus Sa’diyah Alhadi
23. Nida Aulia Rahma
24. Novi Setianingsih
25. Nuha Nurifa
26. Nurul Hidayah
27. Rasinah Sari
28. Risma Ariesta
29. Savitri Mutia A
30. Silvie Permatasari
31. Sutji Rahayu Rahma
32. Tasya Galatri
33. Ulfi
34. Wahyu Widayati
35. Yiyin Nurbayinah

🌲Pulau Harapan
PJ: Uky, Dita, Rafi

1. Abdul Mukhid R
2. Ajie Aria M
3. Annisa Nourma
4. Ariyani
5. Betty Irwanti
6. Desty Putri Hanifah
7. Diki Marlina
8. Dwi Septia Rina
9. Esy Rahma D
10. Farah Fatihah
11. Fatihatul Jannah
12. Fitri Novitas Sari
13. Indah Septi Pratiwi
14. Ita Hariani
15. Kartika Noorhayati
16. Laurensia KKP
17. Ludfi Dwi M
18. Mardiah Annur
19. Muflikhah
20. Muji Astuti
21. Nafida Nurhidayati
22. Nimas Kesumo Z
23. Noviyana Shiali
24. Nur Vitasari
26. Pebri Ika Ndani
27. Purna Ari P
28. Riky Prayuda
29. Rismayanti
30. Septia Wahyu
31. Siti Mardhiyah
32. Syamsi Nur Hayati
33. Titi Nurmala Kekenusa
34. Vidia Sri HM
35. Winarto Sabdo
36. Yolanda Triana P

🌳Pulau Buru
PJ: Ilham, Sakifah, Herissa

1. Achmada Budi S
2. Akmala Maulida
3. Apri Kuncoro
4. Asmaret Mita
5. Briantono Muhammad
6. Dewi Ratna
7. Diyanah Shabitah
8. Elfira
9. Eva Yuliana
10. Farida
11. Fakhiatur Rohmah
12. Hardiani Rahmania
13. Isna Aina H
14. Jajang Saifulmillah
15. Kholilulloh
16. Lia Anelia
17. Ludyah Annisah
18. Marintha Violeta
19. M Abriguna M
20. Muji Hastutik
21. Naila Zulfa
22. Nining Purwanti
23. Novriana Rahmah
24. Nursanik
25. Putri Amelia
26. Rindang Yuliani
27. Ryan Rahmadani
28. Shoffie Akmala
29. Sulistia Wargi
30. Syarifatun Nisa
31. Titis Nurwidiastuti
32. Wachidaturrohmah
33. Wuri Setiasih
34. Yuliani

🌿Pulau Natuna
PJ: Anna, Ake, Nisaa

1. Agus Khairi
2. Amie Oktiningsih  Pamungkas
3. Ari Ratna Sari
4. Astika Rosita Afriliana
5. Cinantya S Putri
6. Dian Kusumawardani
7. Dwi Budidarma Sutrisno
8. Endah susilawati
9. Evita Fathia Luthfina
10. Farihah Fitriyah
11. Fauziah
12. Ika yudaningrum
13. Isni Ngalifah
14. Jamilah
15. Krisna Ayu Mayangsari U
16. Lisa Pingge
17. Lulu Mardhiyah
18. Masniah
19. Muhammad Ali Al Husain
20. Muthi'atus Sa'diyah Alhadi
21. Nentyfebia Radhani
22. Noer Kholis Amienollah
23. Nugraheni Pangestari
24. Nurul Fadlilah Ernawati
25. Putri Risdiani
26. Riski Ganesa Putri
27. Roudlotul Maghfiroh
28. Silvana Devinta Sari
29. Susi Asrani
30. Syifa Putri Maharani
31. Tsurayya syarif zain
32. Wahyu Nor Ulya
33. Yeti Nuryeti
34. Zyl Furqani

Peserta mulai berguguran ketika harus berjuang dengan konsistensi menulis satu hari satu tulisan di blog yang mereka punya dan menyelesaikan tantangan-tantangan. Tantangan demi tantangan hadir setiap minggunya, dengan ketentuan yang tentu saja berbeda-beda. Tentu saja disinilah point demi point dikumpulkan oleh peserta untuk pertimbangan kelulusan.

Lantas, siapakah yang berhasil wisuda pada akhirnya? Mereka semua ada di daftar nama berikut ini:

🌸Pulau Buru:
1. Achmad Budi Santoso
2. Fatkhiatur Rohmah
3. Hardiani Rahmania
4. Lia Anelia
5. Ludyah Annisah
6. Naila Zulfa
7. Nining Purwanti
8. Rindang Yuliani
9. Wuri Setiasih
10. Yuliani

🌷Pulau Bungin:
1. Abdul Fatah
2. Arina Zaida Ilma
3. Ulfi
4. Risma Ariesta
5. Nurul Hidayah
6. Listkanisa R. Mega
7. Ezza Tania
8. Ayu Sulistiyaning Utami
9. Danang Saputra
10. Erlissa Florencia
11. Fathin Faridah
12. Istantina
13. Muhammad Hafizh Aziztian
14. Savitri Mutia A
15. Muthya Sadeea

🍀Pulau Harapan :
1. Betty Irwanti, S.Pd.SD.
2. Kartika Noorhayati
3. Winarto Sabdo
4. Purple Rose
5. Dwi Septia Rina
6. Esy Rahma Deni
7. Mardiah Annur
8. Desty Putri Hanifah
9. Pebri Ika
10. Nimas Achsani
11. Uthie El Hazima
12. Siti Mardhiyah
13. Farah Fatihah
14. Titi keke
15. Nafida Nurhidayati
16. Laurensia Klarisa Kuri Pramaysti

🌹Pulau Natuna :
1. Agus Khairi
2. Amie oktiningsih  pamungkas
3. Astika Rosita Afriliana
4. Cinantya S Putri
5. Endah susilawati
6. Evita Fathia Luthfina
7. Ika yudaningrum
8. Isni Ngalifah
9. Lisa Pingge
10. Lulu mardhiyah
11. Masniah
12. Nenty Febia Radhani
13. Silvana Devinta Sari
14. Yeti Nuryeti
15. Zyl Furqoni
16. M Ali Al Husain

Selamat kepada para peserta ODOP Batch 6 yang lulus. Perjuangan yang sebenarnya baru saja akan dimulai. Untuk yang belum lulus, bersiaplah untuk mengikuti batch selanjutnya.

Teruslah menulis dengan semangat, karena semangat akan membuat kita selalu sempat meski kegiatan selalu padat merapat.

Selamat untuk kita semua, semoga kita selalu sehat dan bahagia.

*

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#November2018
#Day2

**

Keajaiban Sedekah

08.50 13

MENJUAL MAS KAWIN
Betty Irwanti

Ira hampir berputus asa. Sudah tiga tahun lamanya dia menikah, tanda-tanda kehamilan tak kunjung menyapa. Bukan karena ia tak berusaha, semua dokter kandungan di kota sudah dikunjungi. Berbagai program telah dijalani. Sampai yang paling menegangkan ketika rahimnya harus dibersihkan dengan jalan dikuret dan ada pemeriksaan HSG setelahnya.

HSG itu mirip dengan rontgen atau USG. Gunanya untuk membaca keadaan rahim. Apakah ada gangguan atau tidak. Apakah posisinya baik atau tidak. Akan ada solusi selanjutnya dari dokter spesialis yang menangani. Ira termasuk beruntung, sebab semuanya baik-baik saja. Rahimnya dalam keadaan bagus.

Hanya saja masalah ada di suaminya. Spermanya lemah. Dokter menyarankan untuk rutin memakan telur setengah matang empat butir setiap hari, selama empat bulan. Benar-benar waktu yang tidak sebentar. Ira dan suaminya menurut. Melaksanakan saran dari dokter dengan segala kepasrahan. Sampai sebulan berlalu, saatnya periksa ulang. Hasilnya masih sama, belum ada perkembangan yang signifikan. Suami Ira masih bersabar dengan usahanya. Ira mulai sedikit tidak percaya dengan ikhtiarnya.

Suami Ira, sebut saja Banu bekerja di sebuah sekolah swasta islam di kota. Ira juga sama. Hanya saja mereka berdua berbeda tugas. Tidak mesti bertemu di tempat kerja setiap hari meski mereka berangkat dan pulang bersama-sama.

Suatu siang di kantor sekolah, Banu sedang mengerjakan laporan keuangan. Ada teman seruangannya sedang mengajaknya mengobrol santai.

"Pak Banu, sudah berapa lama menikah ya?" tanya Bu Safa.

"Saya sudah tiga tahun menikah, Bu. Hampir empat tahun." jawab Banu singkat.

"Sudah lama ya, ternyata."

"Nggih, Bu. Tidak terasa waktu cepat berlalu."

"Dulu nikahnya mas kawinnya berapa. Pak?"

Banu menghentikan ketikannya, menoleh pada Bu Safa. Pertanyaannya aneh ya, kenapa harus itu yang ditanyakan. Banu diam saja.

Bu Safa melanjutkan ceritanya. Katanya, dia baru saja menjual mas kawin pernikahannya. Dia tidak ingin menuhankan mas kawin dari suaminya, seperti para istri pada umumnya. Istri-istri akan menjaga mas kawin sampai kapanpun, seperti ia menjaga amanah-Nya yang lain. Kesannya mas kawin mengalahkan yang lain. Kesannya mas kawin itu di dewakan.

Banu mengangguk-angguk. Kurang pahan sebenarnya dengan apa yang dikatakan bu Safa. Tapi ada yang menarik kemudian.

"Setelah saya menjual mas kawin dan menyedekahkan ke anak yatim, Subhanalloh pak Banu. Suami saya dapat tender proyek yang lebih besar dari proyek yang sedang dikerjakannya saat ini."

Kali ini Banu mengangguk dengan mantap, tanda memahami semuanya.

*

Kisah di atas belum selesai.

Apa yang dilakukan Banu kemudian?

Apa yang dilakukan Ira kemudian?

Mas kawin bentuk apa yang mereka sedekahkan?

Berhasilkah ikhtiar mereka memperoleh keturunan?

Sambunganya ada di kisah berjudul Menjual Mas Kawin dalam Buku Antologi terbaru saya bersama 27 penulis lainnya.

Buku ini based on true story, berdasarkan kejadian nyata yang saya alami sendiri.

Buku Antologi kali ini berjudul Keajaiban Sedekah yang terbit di bawah naungan Penerbit Mandiri Jaya.

Sampai saat ini masih open Pre Order.
Harga: 78.000
Jumlah halaman: 282

Dari Ali r.a., Rasulullah SAW bersabda, "Segeralah bersedekah, sesungguhnya musibah tidak dapat melintasi sedekah."

Sabda Rasulullah SAW, "Sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." (Riwayat Ahmad & Tirmidzi)

Mau sedekah, tapi takut miskin? Emang sekarang sudah kaya?

Tahukah kalian tentang matematika Allah?

Bahwa bersedekah itu tidak membuat kita menjadi miskin, tetapi sebaliknya, malah membuat kita semakin kaya. Sedekah juga menghindarkan kita dari musibah. Itulah beberapa keajaiban bersedekah.

Nah, kisah-kisah dalam buku ini membuat kita sadar bawah untuk bersedekah tidak perlu menunggu kaya atau berilmu dulu.

NOTE: Hasil penjualan untuk sedekah. Jadi dengan membeli buku ini kalian akan ikut sedekah dan bersiaplah mendapatkan keajaibannya!

Hubungi:
WA 082285823300
(Betty Irwanti Joko)
Email: bettyirwanti@gmail.com
FB: Betty Irwanti Joko

Terima kasih.


**

Postingan ini juga disertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community.


#OneDayOnePost

#EstrilookCommunity

#November2018

#Day1


***