Rahasia Tuhan

12.48

Bismillah
Alhamdulillah
La khaula wala quwwata illa billah

Puji syukur kami panjatkan senantiasa kehadirat illahi Rabbi yang telah melimpahkan segala nikmat-Nya sehingga sampai detik ini sehat wal'afiat senantiasa setia menyertai.

Salawat dan salam selalu kita sanjungkan kepada Nabi Agung Muhammad, SAW. Semoga kita mendapatkan syafa'atnya kelak. Aamiin aamiin 🙏

Betapa kami tidak bahagia, hari ini salah satu saudara sepupu kami melangsungkan prosesi akad nikahnya dengan lelaki pilihannya. Kebahagiaan semakin bertambah saat keluarga besar berkumpul untuk menjadi saksi atas semua yang terjadi.

Ada yang dari Jakarta, Yogyakarta, Cilacap dan sekitarnya. Tentu ini membuat kami sibuk melayani, karena mereka tetaplah tamu meski termasuk keluarga inti.

Kebahagiaan ini rupanya hanya milik kami, karena Allah SWT menakdirkan yang sebaliknya untuk tetangga sebelah utara rumah kami. Innalillahi wainnaa ilaihi rooji'un. Ada kabar duka menyerta, saudara kami juga ada yang meninggal dunia tadi pagi di rumah sakit dan masih dalam proses pemakaman.

Kami benar-benar berbela sungkawa atas keadaan ini, namun agenda yang sudah ditetapkan harus terus berjalan. Ijab qabul harus tetap diucapkan. Kami tetap menghormati tetangga dan saudara kami dengan tidak menyalakan pengeras suara sampai jenazah selesai dikebumikan. 

Sungguh, ini rahasia Tuhan. Seperti halnya, jodoh, lahir dan mati itu sudah digariskan. Semua getap menjadi rahasia-Nya, dan rahasia kita sekalian.

Kadang, Tuhan menuliskan kisah agar hidup tetap seimbang. Seperti hari ini, saat ada yang menikah, di waktu yang sama juga ada yang meninggal. Seperti waktu itu, buyutnya lahir, berselang hari kakeknya meninggal.

Seperti ketika kami sendiri juga pernah mengalami, saat anak sakit dan harus diopname di rumah sakit, saudara ada yang menikah juga.

Entahlah, kami selalu percaya bahwa ketika kita sedang bahagia. Entah di dunia belahan mana, ada yang dalam keadaan sebaliknya. Pun ketika kita sedang berduka, di dunia manakah makhluk Tuhan berada pasti ada yang sedang bahagia.

Bahagia, duka. Ceria, sedih. Itu sudah ada suratannya. Jadikan ianya sebagai sarana kita untuk selalu bersyukur atas segala yang ada. Dan senantiasa membuat kita sadar bahwa, nikmat Allah itu teramat besar.

Ianya juga adalah nikmat dari Tuhan.

Yang menikah semoga sakinah, mawadah dan warohmah serta barakah.

Yang dipanggil Tuhan, semoga khusnul khotimah.

Aamiin 🙏

Maka, bersiaplah atas segala keadaan. Jadikan ketakwaan kita sebagai senjata ampuh agar semua duka bisa dipatahkan dengan kekuatan-Nya.

Maka, nikmat Tuhan mana lagi yang sanggup kamu dustakan?

*


"Gusti Allah paring pitedah, bisa lewat bungah uga lewat susah" dari novel Canting, karya Fissilmi Hamida "


**

Rumah Clever, Cilacap, 3 November 2018,12.40.
Ibu Jesi.

***

Selamat Sibuk
Selamat Rewang
Selamat Weekend

****

Postingan ini disertakan dalam event One Day One Post Estrilook Community.

#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
#November2018
#Day3

Artikel Terkait

Previous
Next Post »